Subang Info – Bloomberg Billionaires Index pada akhir September 2025 kembali merilis daftar terbaru 500 orang terkaya di dunia. Dari daftar tersebut, tercatat ada delapan konglomerat asal Indonesia yang berhasil masuk dalam jajaran elite orang super kaya dunia. Dua di antaranya bahkan mampu menembus posisi 100 besar, bersanding dengan nama-nama besar seperti Elon Musk, Jeff Bezos, Warren Buffett, hingga taipan teknologi Asia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia, khususnya dari sisi kontribusi para taipan, masih memiliki peran besar dalam lanskap bisnis global. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi simbol kekayaan individu, tetapi juga mencerminkan kekuatan sektor-sektor strategis Indonesia seperti energi, makanan dan minuman, perbankan, teknologi, hingga infrastruktur digital.
Berikut ulasan lengkap mengenai daftar orang terkaya di Indonesia versi Bloomberg akhir September 2025, disertai profil singkat dan perjalanan bisnis mereka hingga bisa masuk ke level internasional.
1. Prajogo Pangestu – Raja Energi dan Petrokimia Indonesia
Nama Prajogo Pangestu, pemilik Barito Group, kembali menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai orang terkaya Indonesia sekaligus menduduki peringkat ke-47 dunia.
Menurut data Bloomberg, kekayaan pria yang akrab disebut “Raja Petrokimia” ini mencapai US$42,3 miliar atau setara dengan Rp705,52 triliun (kurs Rp16.670 per dolar AS). Angka tersebut menjadikannya bukan hanya pengusaha paling kaya di tanah air, tetapi juga salah satu konglomerat papan atas global.
Menariknya, sepanjang tahun 2025, kekayaan Prajogo naik drastis hingga 42,2%, atau bertambah sekitar US$12,6 miliar (Rp210,15 triliun). Lonjakan fantastis ini membuatnya berhasil menggeser posisi taipan batu bara Low Tuck Kwong, yang sebelumnya kerap berada di puncak daftar orang terkaya Indonesia.
Prajogo dikenal memiliki jaringan bisnis yang luas, mulai dari petrokimia, energi, properti, hingga kehutanan. Keberhasilan melepas sebagian saham Barito Renewables Energy (BREN) juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaannya.
2. Low Tuck Kwong – Sang Raja Batu Bara
Di posisi kedua ada Low Tuck Kwong, pendiri dan pemilik mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia.
Meski sempat menikmati lonjakan kekayaan di tahun-tahun sebelumnya, tahun 2025 ini Low Tuck Kwong harus mengalami penurunan kekayaan bersih sebesar 10,2%, atau menyusut sekitar US$2,8 miliar (Rp46,7 triliun). Dengan demikian, total harta kekayaannya berada di angka US$25 miliar (Rp416,97 triliun).
Posisi Low Tuck Kwong di level global pun turun ke peringkat 94 dunia. Namun demikian, ia tetap menjadi orang terkaya kedua di Indonesia dan masih menjadi salah satu sosok penting dalam industri energi nasional maupun internasional.
3. Budi Hartono – Taipan Rokok dan Perbankan
Konglomerat Budi Hartono, salah satu pemilik Grup Djarum, berada di urutan ketiga daftar orang terkaya Indonesia 2025. Kekayaannya tercatat sebesar US$18 miliar (Rp300,22 triliun).
Walau demikian, hartanya menurun cukup besar, yakni sekitar 20,4% sepanjang tahun atau setara dengan US$4,6 miliar (Rp76,72 triliun). Saat ini, ia menempati peringkat 137 orang terkaya dunia.
Baca Juga : https://subanginfo.id/2025/09/29/esdm-kawal-negosiasi-vivo-jadi-spbu-swasta-pertama-serap-bbm-pertamina/
Selain dari bisnis rokok Djarum, pundi-pundi kekayaan Budi Hartono juga berasal dari kepemilikan saham besar di Bank Central Asia (BCA), salah satu bank swasta terbesar di Asia Tenggara.
4. Anthoni Salim – Raksasa Makanan dan Minuman
Di urutan keempat, ada nama Anthoni Salim, CEO Grup Salim yang membawahi sejumlah perusahaan besar, termasuk Indofood—produsen mi instan Indomie yang sudah mendunia.
Kekayaan Anthoni Salim tercatat mencapai US$16,7 miliar (Rp278,54 triliun), menjadikannya sebagai orang terkaya ke-150 di dunia. Menariknya, harta Anthoni justru mengalami kenaikan 29,4% sepanjang tahun 2025, atau bertambah sekitar US$3,8 miliar (Rp63,38 triliun).
Keberhasilan Indofood memperluas pasar internasional, serta diversifikasi bisnis Grup Salim di berbagai sektor seperti properti, infrastruktur, hingga agribisnis, menjadi faktor utama penguatan kekayaannya.
5. Michael Hartono – Rekan Sekaligus Saudara Budi Hartono
Michael Hartono, saudara kandung Budi Hartono, berada di posisi kelima orang terkaya Indonesia. Total hartanya mencapai US$16,4 miliar (Rp273,53 triliun), menempatkannya pada urutan 155 dunia.
Namun berbeda dengan saudaranya, Michael mengalami penurunan harta lebih dalam, yakni sekitar 21,7% sepanjang 2025 atau sekitar US$4,5 miliar (Rp75,05 triliun).
Kekayaan Michael juga bersumber dari bisnis rokok Djarum dan saham besar di BCA, yang tetap menjadi aset paling bernilai di portofolio Hartono bersaudara.
6. Sukanto Tanoto – Raja Pulp dan Kertas
Di posisi keenam ada Sukanto Tanoto, pendiri Royal Golden Eagle (RGE), sebuah grup manufaktur global yang bergerak di bidang pulp, kertas, kelapa sawit, energi, hingga tekstil.
Kekayaan Sukanto tercatat sebesar US$15,4 miliar (Rp256,85 triliun), menempatkannya di urutan 175 orang terkaya dunia. Namun sepanjang 2025, hartanya menyusut cukup tajam, yakni sekitar 24,7% atau US$5 miliar (Rp83,39 triliun).
Meski begitu, Sukanto tetap menjadi salah satu pengusaha dengan jaringan bisnis global terluas dari Indonesia, dengan aset perusahaan mencapai lebih dari US$35 miliar tersebar di berbagai negara.
7. Otto Toto Sugiri – Sang Raja Data Center Indonesia
Nama Otto Toto Sugiri semakin melejit setelah keberhasilan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi pemain dominan di bisnis pusat data (data center).
Dengan kepemilikan dan pengaruh besar di industri teknologi digital, kekayaan Otto melesat hingga 531,9% sepanjang tahun 2025, bertambah sekitar US$10,7 miliar (Rp178,46 triliun). Kini total hartanya mencapai US$12,7 miliar (Rp211,82 triliun).
Bloomberg menempatkan Otto di peringkat 240 orang terkaya dunia, sebuah pencapaian luar biasa bagi pengusaha yang kerap dijuluki sebagai “Bill Gates Indonesia”. Selain DCI, ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri IndoInternet (EDGE), perusahaan penyedia layanan internet pertama di Indonesia.
8. Marina Budiman – Perempuan Terkaya di Indonesia
Menutup daftar, ada nama Marina Budiman, sosok yang juga terjun di bisnis pusat data bersama DCI Indonesia. Sebagai pendiri sekaligus Komisaris Utama DCII, ia memiliki sekitar 23% saham di perusahaan tersebut.
Sepanjang 2025, harga saham DCII melonjak luar biasa hingga 566,27% year-to-date, membuat kekayaan Marina naik drastis 550% atau sekitar US$7,9 miliar (Rp131,76 triliun). Kini, total hartanya berada di angka US$9,4 miliar (Rp156,78 triliun).
Bloomberg menempatkan Marina di urutan 373 orang terkaya dunia, sekaligus menjadikannya perempuan terkaya Indonesia pada 2025.
Tren Kekayaan Para Taipan Indonesia
Jika dilihat dari tren, para taipan Indonesia memiliki latar belakang bisnis yang beragam:
- Energi & Tambang → Prajogo Pangestu, Low Tuck Kwong
- Konsumsi & Perbankan → Hartono bersaudara, Anthoni Salim
- Manufaktur Global → Sukanto Tanoto
- Teknologi Digital & Data Center → Otto Toto Sugiri, Marina Budiman
Kenaikan tajam terutama terlihat di sektor teknologi data center yang digawangi Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman. Sebaliknya, sektor batu bara dan manufaktur mengalami koreksi cukup besar akibat dinamika global dan fluktuasi harga komoditas.
Masuknya delapan nama pengusaha Indonesia ke dalam daftar 500 orang terkaya dunia versi Bloomberg Billionaires Index September 2025 membuktikan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia semakin diperhitungkan di panggung global.
Dari sektor energi, makanan, hingga teknologi digital, para taipan ini berhasil mengukir prestasi dengan membawa kekayaan mereka hingga level internasional.
Menarik untuk melihat perkembangan mereka di tahun-tahun mendatang, apakah sektor teknologi digital akan terus mendominasi, atau justru sektor energi dan konsumsi tetap menjadi pilar utama kekayaan para konglomerat Indonesia.

1 Komentar
Pingback: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp31,79 Triliun, Mayoritas untuk Pertanian dan UMKM - Subanginfo.id