Kabupaten Bekasi — Sebanyak 3.824 warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih bertahan di lokasi pengungsian akibat banjir yang merendam sejumlah wilayah. Ribuan pengungsi tersebut berasal dari 991 kepala keluarga dan tersebar di 11 titik pengungsian hingga Senin (2/1/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan jumlah pengungsi masih cukup tinggi lantaran genangan air di beberapa kawasan terdampak belum sepenuhnya surut.
“Data terakhir menunjukkan ada 3.824 jiwa atau 991 kepala keluarga yang masih mengungsi di 11 lokasi,” ujar Dodi.
Ia menjelaskan, titik-titik pengungsian tersebar di lima desa yang terdampak cukup parah. Beberapa di antaranya berada di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, serta Desa Segaramakmur di Kecamatan Tarumajaya. Selain itu, Desa Bunibakti, Kecamatan Babelan, menjadi salah satu lokasi dengan jumlah pengungsi cukup besar.
Di Desa Bunibakti, BPBD Kabupaten Bekasi mendirikan lima tenda pengungsian untuk menampung warga terdampak. Selain tenda, warga juga memanfaatkan berbagai fasilitas umum sebagai tempat berlindung sementara, seperti masjid, ruko, pos RW, tanggul, hingga gedung SDN 04 Buni Bakti.
Sementara itu, di wilayah Desa Babelan Kota, pengungsian terpusat di Masjid Al Hidayah, rumah tokoh masyarakat, serta kawasan Perumahan VIP yang dijadikan lokasi evakuasi warga.
BPBD Kabupaten Bekasi memastikan bantuan logistik terus disalurkan kepada para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air bersih, serta perlengkapan darurat lainnya. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan guna mempercepat penanganan pascabanjir.
“Kami sudah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak dan terus berkoordinasi dengan dinas serta instansi teknis terkait untuk penanganan lanjutan,” kata Dodi.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bekasi masih melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi banjir, termasuk potensi perubahan jumlah pengungsi yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kecepatan surutnya genangan air di wilayah terdampak.
