Bandung — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi sebanyak 67 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan hingga hari ke-12 proses pencarian, pos DVI telah menerima total 92 kantong jenazah yang dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi bencana.
“Pada hari ke-12 ini, kami telah berhasil mengidentifikasi 67 jenazah. Dengan demikian, masih terdapat 25 jenazah yang belum teridentifikasi,” ujar Hendra di Bandung, Rabu.
Ia menjelaskan, proses identifikasi terhadap jenazah yang belum terkonfirmasi masih terus berlangsung melalui tahapan rekonsiliasi data forensik. Tim DVI melakukan pembandingan data post-mortem dengan data ante-mortem yang diperoleh dari keluarga korban.
“Untuk sisa jenazah yang ada, kami melaksanakan proses rekonsiliasi dengan mencocokkan data post-mortem dan ante-mortem yang telah dikumpulkan,” katanya.
Hendra berharap jumlah korban yang teridentifikasi dapat terus bertambah seiring berjalannya proses pencocokan data. Ia menambahkan, jumlah laporan orang hilang juga masih terus diperbarui oleh pihak terkait.
“Kami akan terus melayani proses ini hingga seluruh tahapan identifikasi selesai dan semua korban dapat dipastikan identitasnya,” ujarnya.
Dalam upaya mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun material longsor, Polda Jawa Barat juga mengerahkan Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR). Unit ini difokuskan untuk membantu pencarian di wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi dan sulit dijangkau oleh alat berat.
“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hendra.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang masih berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan di lapangan. Hujan yang masih kerap turun turut mempersulit proses pencarian korban bencana tanah longsor tersebut.
