Subang – Langkah penanganan banjir di Kecamatan Pamanukan terus diupayakan berbagai elemen masyarakat. Delapan kepala desa bersama unsur warga menggelar audiensi guna mendorong Pemerintah Kabupaten Subang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar segera merealisasikan pembangunan embung air di wilayah tersebut.
Audiensi ini digagas oleh Gerakan Akselerasi Antisipasi Banjir sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Pamanukan.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kecamatan Pamanukan pada Selasa (10/2/2025) itu dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, Camat Pamanukan, serta perwakilan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan V ( H.Sudi Hartono, H teguh dan Albert anggara putra).
Dalam forum tersebut, para kepala desa menekankan pentingnya percepatan pembangunan embung air yang direncanakan berlokasi di Desa Rancahilir, Kecamatan Pamanukan. Embung dengan rencana luas sekitar 2,7 hektare tersebut dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian debit air, khususnya saat curah hujan tinggi, sehingga potensi banjir dapat ditekan.
Selain pembangunan embung, peserta audiensi juga mengusulkan percepatan normalisasi sejumlah saluran air dan sungai, seperti Kalen Sema, Cigadung, dan Sungai Cipunagara. Upaya normalisasi tersebut dianggap krusial untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi risiko meluapnya sungai yang selama ini memicu banjir di sejumlah desa.
Para kepala desa berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan banjir yang hampir setiap tahun berdampak pada aktivitas masyarakat, sektor pertanian, hingga kerusakan infrastruktur di wilayah Pamanukan.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan legislatif dalam merumuskan langkah nyata guna menekan dampak banjir di kawasan Pantura Subang.
