Subang – Kondisi pertokoan di Pasar Inpres Pamanukan kabupaten subang semakin memprihatinkan. Sejumlah kios terlihat kumuh, bahkan sebagian besar sudah tutup akibat minimnya pembeli. Situasi ini membuat para pedagang semakin terdesak dan berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah.
Seorang pedagang sepatu dan sandal mengungkapkan bahwa omzet dagangannya kian menurun. Menurutnya, pembeli hanya ramai pada momen tertentu saja, seperti saat tahun ajaran baru ketika kebutuhan perlengkapan sekolah meningkat.
“Kalau bukan musim masuk sekolah, pasar ini sepi sekali. Dagangan sering tidak laku. Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki pasar ini dengan konsep yang lebih modern, supaya pengunjung tertarik datang,” keluhnya, Selasa (23/9/2025).
Pedagang menilai, suasana pasar yang kumuh membuat masyarakat enggan berbelanja. Mereka menginginkan revitalisasi dengan penataan yang lebih tertib, fasilitas yang memadai, serta desain bangunan yang lebih nyaman dan bersih.
Harapan besar kini tertuju kepada pemerintah agar Pasar Inpres Pamanukan tidak semakin ditinggalkan dan bisa kembali menjadi pusat ekonomi rakyat.
