ABUPATEN BANDUNG BARAT – Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa kualitas susu yang dihasilkan peternak sangat bergantung pada kesehatan sapi perah serta kualitas pakan yang diberikan sesuai standar kebutuhan ternak.
Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati, mengatakan pihaknya akan terus mendorong penguatan kebijakan dan dukungan anggaran guna mempercepat pengembangan sektor peternakan sapi perah di Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi II ke UPTD Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Pakan Ternak Cikole di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (23/6/2026).
Menurut Lina, UPTD BPTSP dan HPT Cikole diharapkan terus berperan sebagai pusat pengembangan sapi perah unggulan yang mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk susu asal Jawa Barat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Jabar membahas sejumlah strategi peningkatan kualitas susu murni, mulai dari kesehatan ternak, proses sterilisasi susu, hingga pengembangan produk olahan susu yang memiliki nilai tambah bagi peternak.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Dadan Surya Negara, menilai kawasan hutan produksi memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan peternakan sapi perah melalui penyediaan hijauan pakan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kualitas sapi perah sangat dipengaruhi oleh pakan dan suplemen konsentrat yang diberikan. Pemanfaatan pakan alami secara berkelanjutan dinilai dapat menghasilkan kualitas ternak yang lebih baik.
Di sisi lain, Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Budiwanto, menegaskan pentingnya menjaga populasi sapi perah betina sebagai penopang produksi susu nasional.
Ia mengingatkan agar sapi perah betina tidak dialihkan menjadi sapi potong karena memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan produksi susu serta mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Meski menghadapi dampak efisiensi anggaran, DPRD Jabar berharap UPTD BPTSP dan HPT Cikole tetap mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, termasuk dalam pelayanan pembibitan, peningkatan kesehatan ternak, serta pengembangan teknologi peternakan untuk meningkatkan produktivitas sapi perah di Jawa Barat.
