Bandung — Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Listrik Desa (Likdes) yang ditujukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi bagi lebih dari 100 ribu rumah tangga tidak mampu di seluruh wilayah Jawa Barat.
Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Rizaldy Danar Priambodo, menyebut pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar dalam merealisasikan program tersebut secara menyeluruh. Meski demikian, DPRD berkomitmen memastikan Program Listrik Desa dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Secara keseluruhan masih terdapat lebih dari 100 ribu kebutuhan sambungan listrik melalui Program Listrik Desa di Jawa Barat. Kami berharap program ini dapat direalisasikan secara bertahap hingga menjangkau seluruh masyarakat kurang mampu,” ujar Rizaldy, Rabu.
Ia menegaskan, dukungan fiskal yang memadai menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Oleh karena itu, Komisi IV terus menjalankan fungsi pengawasan, termasuk dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan bantuan sambungan listrik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tepat sasaran.
Salah satu wilayah yang telah dipantau adalah Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi. Dalam kunjungan lapangan pada Senin (2/2), Rizaldy menemukan sebanyak tujuh rumah warga telah menerima sambungan listrik gratis yang telah beroperasi selama satu hingga dua bulan terakhir.
“Di Kelurahan Cibabat terdapat tujuh penerima manfaat yang sambungan listriknya baru berjalan satu sampai dua bulan terakhir,” katanya.
Rizaldy menilai akses terhadap energi listrik merupakan pemenuhan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga. Para penerima manfaat pun menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut karena sangat membantu aktivitas dan kebutuhan sehari-hari.
Meski pelaksanaan Program Listrik Desa di Kota Cimahi dinilai berjalan sesuai rencana, Rizaldy mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terus mempercepat realisasi program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan menjadi stimulus bagi peningkatan kesejahteraan warga.
