Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Selasa, September 15
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»DPRD Jabar Nilai Operasional TPPAS Lulut–Nambo Membaik, Kapasitas Pengolahan Masih Perlu Ditingkatkan
Politik

DPRD Jabar Nilai Operasional TPPAS Lulut–Nambo Membaik, Kapasitas Pengolahan Masih Perlu Ditingkatkan

HafidhBy Hafidh5 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Bogor — Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat menilai operasional Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut–Nambo di Kabupaten Bogor menunjukkan perkembangan positif dibandingkan kondisi sebelumnya. Meski demikian, kapasitas pengolahan sampah di fasilitas tersebut dinilai masih belum optimal dan membutuhkan peningkatan sarana pendukung.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Prasetyawati, menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan lapangan ke TPPAS Lulut–Nambo, Rabu (4/2/2026). Ia menyebutkan, saat ini kapasitas pengolahan sampah di lokasi tersebut baru mencapai sekitar 50 ton per hari, jauh dari target pengelolaan sampah berskala regional.

“Dibandingkan kondisi sebelumnya sudah ada kemajuan. Namun, kapasitas pengolahan masih belum maksimal dan perlu banyak penyempurnaan,” ujar Prasetyawati.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan proses pengeringan sampah. Proses tersebut sangat berpengaruh terhadap produksi Refuse Derived Fuel (RDF) yang menjadi salah satu output utama TPPAS Lulut–Nambo.

Menurutnya, dengan dukungan mesin pengering yang memadai, kapasitas pengolahan sampah di TPPAS Lulut–Nambo berpotensi meningkat signifikan hingga mencapai 200 ton per hari. Padahal, fasilitas ini melayani sampah dari berbagai daerah di Jawa Barat, tidak hanya wilayah Bogor Raya.

Untuk itu, Komisi IV DPRD Jawa Barat mendorong adanya peningkatan fasilitas dan penambahan peralatan pendukung, khususnya mesin pengering sampah. Kebutuhan anggaran untuk pengadaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 miliar.

Prasetyawati menegaskan, dukungan anggaran menjadi krusial mengingat kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi Kabupaten Bogor dan wilayah sekitarnya. DPRD, kata dia, akan mengawal agar kebutuhan tersebut dapat diakomodasi dalam APBD mendatang.

“Kami akan mendorong agar pada APBD berikutnya dialokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan penambahan alat, sehingga TPPAS Lulut–Nambo dapat beroperasi lebih optimal,” tegasnya.

Dengan peningkatan kapasitas dan sarana pendukung, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap TPPAS Lulut–Nambo dapat menjadi solusi strategis dalam penanganan sampah regional yang berkelanjutan serta berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

DPRD Jawa Barat Komisi IV DPRD Jabar Pengelolaan Sampah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

DPRD Jabar Dorong Sinergi Pendidikan dengan Kemenag, Bantuan Sekolah Madrasah Akan Diperkuat dalam Perda

12 September 2026

DPRD dan Pemprov Jabar Sepakati Penarikan Ranperda Perubahan RPJMD Jabar 2025-2029

12 September 2026

DPRD Jabar Minta Raperda Lingkungan Tak Sekadar Salin Aturan Pusat, Kearifan Lokal Harus Diperkuat

11 September 2026

DPRD Jabar Soroti Dugaan Pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, Minta Diusut Menyeluruh

11 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

BANDUNG –DPRD Jawa Barat akan mulai membahas secara internal usulan peningkatan modal dasar PT Bandarudara…

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026

Faizal Yusuf Jadi Sorotan di Pilkades Rancadaka, Warga Nilai Sosok Peduli dan Siap Mengabdi

14 September 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.