Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hangat dan Penuh Makna, dr Maxi Bertemu Dua Tokoh Nasional di Subang

2 April 2026

KSM GMBI Pusakanagara Konsisten Santuni Yatim dan Dhuafa

2 April 2026

LKPJ Gubernur TA 2025, Komisi IV DPRD Jawa Barat Menekankan Disiplin Perencanaan Anggaran

2 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Jumat, April 3
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»Pemkot Bandung Harus Merespon Cepat Kekisruhan Tata Keloka Kebun Binatang Bandung
Politik

Pemkot Bandung Harus Merespon Cepat Kekisruhan Tata Keloka Kebun Binatang Bandung

HafidhBy Hafidh2 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Kota Bandung- Buntut dari kematian dua anak harimau yang ada di Kebun Binatang Bandung, DPRD Provinsi Jawa Barat memanggil pihak terkait untuk menuntaskan persoalan yang dihadapi.
Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus ikut serta untuk membantu kekisruhan yang ada.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono menyebutkan, ada Memorandum Of Understanding (MOU) antara Kementerian Kehutanan dengan Pemerintah Daerah Kota Bandung yang akan berakhir pada 6 Mei mendatang. Pemerintah Kota Bandung bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan terhadap kebun binatang bandung pasca dicabutnya Lembaga Konservasi (LK) dari yayasan pengelola sebelumnya.

“Sehingga April ini menjadi kunci bagaimana pemkot yang di dukung oleh pemprov dan kementerian kehutanan serta DPRD Provinsi Jawa Barat untuk bisa menentukan hewan-hewan itu tepat berada di kebun binatang bandung atau hewan-hewan jenis tertentu yang di lindungi yang mendapatkan perhatian khusus dipindakan ke lembaga konservasi lainnya di sekitar jawa barat, sekitar Bandung dan kementerian siap untuk itu,” Ujar Ono seusai rapat dengan BKSDA Jabar Dan Dinas Kehutanan di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro no. 27, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

Karena itu, lanjut Ono, pihaknya mengajak pihak yang terkait dengan persoalan ini untuk kembali duduk bersama dan menuntaskan persoalan mulai dari keberlangsungan hewan -hewan di Kebun Binatang Bandung dan yang tidak kalah penting yakni persoalan kejelasan status karyawannya. Sebab, keberlangsungan hewan-hewan itu juga bergantung kepada karyawan atau petugas kebun binatang.

“Dua hal ini kan harus menyatu yang ngurus satwa ini juga orang nih pegawai pada saat pegawai ini memiliki status yang tidak jelas gajinya tidak jelas pasti akan berpengaruh maka tanggung jawab pemkot untuk segera menyelesaikan masalah kepegawaian yang katanya mau diangkat sebagai tenaga hari aja cepat dilakukan, nah makannya hari ini kita tunggu nih berdasarkan informasi, Wali Kota Bandung akan menentukan pimpinan sementara, pimpinan kayawan disana karena selama ini kan tidak ada yang menjadi ketua lah disana sehingga melakukan koordinasi dengan BKSDA dengan yang lain juga tidak berjalan dengan baik ya kita tunggu,” kata Ono.

Agar berimbang, tambah Ono, kalangan awak media juga harus menggali informasi terkait dengan tanggung jawab dari Pemkot Bandung terkait dengan kepegawaian dan pengelolaan perkara utuh terkait dengan Kebun Binatang Bandung tersebut. Dalam hal ini, Walikota Bandung harus secepat mungkin untuk merespon melalui keputusan dan kebijakan yang tepat.

“Walikota Bandung, Pak Farhan segera harus sat set jangan sampe berlarut-larut karena yang tidak sat set itu yang pada akhirnya bikin orang bingung satwanya apalagi ya kan, jadi harus sat set nih pak farhan itu saja sebenernya simpel karna kewenangan sudah jelas berdasarkan MOU, makannya tadi kementrian jangan salahkan kementrian salahkan juga pemkot,” pungkas Ono.

Hafidh
Author: Hafidh

jurnalis

DPRD JABAR kebun binatang bandung Ono Surono
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

    jurnalis

    Related Posts

    LKPJ Gubernur TA 2025, Komisi IV DPRD Jawa Barat Menekankan Disiplin Perencanaan Anggaran

    2 April 2026

    Iwan Suryawan Dukung WFH ASN, Upaya Efisiensi BBM dan Anggaran di Tengah Ancaman Krisis Energi

    1 April 2026

    Komisi II DPRD Jabar Perkuat Pengawasan Sektor Ekonomi, Dorong BUMD Lebih Profesional

    1 April 2026

    Paripurna DPRD Jabar Bahas LKPJ Gubernur 2025, Bentuk Pansus XIII hingga Laporan Reses

    31 Maret 2026

    Ono Surono Usul Restrukturisasi Dinas, Dorong Efisiensi Anggaran Tanpa PHK

    31 Maret 2026

    Pemprov Jabar Percantik Kawasan Ciater, Hadirkan Gapura Ikonik hingga Fasilitas Pendukung Wisata

    30 Maret 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Artikel

    Hangat dan Penuh Makna, dr Maxi Bertemu Dua Tokoh Nasional di Subang

    2 April 2026

    Subang – Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang, dr. Maxi, S.H., M.HKes, melakukan agenda…

    KSM GMBI Pusakanagara Konsisten Santuni Yatim dan Dhuafa

    2 April 2026

    LKPJ Gubernur TA 2025, Komisi IV DPRD Jawa Barat Menekankan Disiplin Perencanaan Anggaran

    2 April 2026

    Pemkot Bandung Harus Merespon Cepat Kekisruhan Tata Keloka Kebun Binatang Bandung

    2 April 2026
    Our Picks
    Stay In Touch
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Facebook Instagram TikTok
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman media
    © 2026 subanginfo.id

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.