Bandung – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, mengusulkan restrukturisasi organisasi perangkat daerah (OPD) melalui penggabungan dinas-dinas yang memiliki fungsi serumpun. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memperbaiki efektivitas pelayanan publik.
Usulan tersebut, kata Ono, telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai bagian dari upaya penataan ulang struktur birokrasi di tingkat provinsi.
Menurutnya, sejumlah dinas di sektor pertanian memiliki fungsi yang beririsan, seperti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta Dinas Perkebunan. Penggabungan dinas-dinas tersebut dinilai dapat memangkas biaya operasional sekaligus menyederhanakan koordinasi kebijakan.
“Jika dinas yang satu rumpun digabungkan, otomatis akan terjadi penghematan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Namun, Ono menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tidak boleh berdampak pada pemutusan hubungan kerja, khususnya bagi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menilai keberadaan PPPK sangat penting dalam menunjang layanan publik.
“PPPK punya peran besar dan sudah lama mengabdi. Jadi jangan sampai efisiensi justru merugikan mereka,” tegasnya.
Di sisi lain, DPRD Jawa Barat, lanjut Ono, telah lebih dulu menerapkan berbagai langkah penghematan internal. Beberapa di antaranya adalah penghapusan kunjungan kerja ke luar daerah maupun luar negeri, serta pengurangan anggaran konsumsi dalam kegiatan kedewanan.
Selain itu, DPRD juga membuka opsi pelaksanaan rapat secara daring untuk menekan biaya operasional. Menurutnya, metode tersebut pernah diterapkan saat pandemi COVID-19 dan terbukti tetap efektif dalam mendukung pembahasan kebijakan.
Ono berharap, langkah restrukturisasi OPD dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi. Dengan birokrasi yang lebih ramping dan efisien, anggaran daerah diharapkan bisa dialihkan untuk program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
