Subang – Aktivitas transportasi di Stasiun Pegaden Baru kembali menunjukkan peningkatan signifikan setelah sebelumnya sempat tidak melayani penumpang kereta api jarak jauh. Kini, stasiun tersebut menjadi salah satu titik penting mobilitas masyarakat di Kabupaten Subang, terutama pada akhir pekan.
Dalam beberapa tahun terakhir, suasana di kawasan stasiun berubah drastis. Jika sebelumnya cenderung sepi, kini aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang terus meningkat. Masyarakat memanfaatkan layanan kereta api untuk berbagai keperluan, seperti perjalanan kerja, pulang kampung, hingga wisata.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut didorong oleh kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih dekat dan praktis.
Berdasarkan data perusahaan, jumlah penumpang di Stasiun Pegaden Baru menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Pada triwulan pertama 2022 tercatat sebanyak 3.252 penumpang, meningkat menjadi 8.488 pada 2023, 12.430 pada 2024, 12.847 pada 2025, hingga mencapai 16.110 penumpang pada triwulan pertama 2026.
Peningkatan serupa juga terjadi pada jumlah penumpang turun, dari 3.146 orang pada 2022 menjadi 16.063 orang pada triwulan pertama 2026. Lonjakan ini berdampak positif bagi masyarakat sekitar karena kini warga tidak perlu lagi bepergian jauh ke stasiun lain seperti Stasiun Haurgeulis atau ke wilayah Bandung untuk mengakses layanan kereta api jarak jauh.
Saat ini, Stasiun Pegaden Baru melayani berbagai rute kereta api jarak jauh, di antaranya KA Gunungjati, KA Dharmawangsa Ekspres, KA Bengawan, KA Airlangga, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Matarmaja, KA Bangunkarta, KA Brantas, hingga KA Tawang Jaya Premium. Ragam pilihan ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan.
Pihak KAI menilai kemudahan akses ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api, baik untuk aktivitas rutin maupun perjalanan akhir pekan.
