BANDUNG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat M. Romli mendorong pemerataan investasi di kawasan Rebana sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah Jawa Barat dengan kawasan Jabodetabek.
Menurut Romli, kawasan Rebana yang meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, dan Sumedang memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Berdasarkan data yang disampaikan, realisasi investasi di kawasan Rebana sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp36,68 triliun. Sementara hingga April 2026 atau triwulan I, nilai investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp6,5 triliun atau 8,43 persen dari total investasi di Jawa Barat.
“Sumedang dan kawasan Rebana sangat menjanjikan bagi investor. Ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan agar kesenjangan dengan wilayah Jabodetabek tidak semakin lebar,” kata Romli, Minggu.
Ia menegaskan DPRD Jawa Barat akan terus mendorong masuknya investasi ke kawasan Rebana maupun wilayah selatan Jawa Barat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan industri hijau di Kabupaten Majalengka yang didukung keberadaan Bandara Internasional Kertajati.
Menurut Romli, pengembangan kawasan industri hijau di Majalengka diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas pemerataan industri di berbagai daerah di Jawa Barat.
Selain mengejar nilai investasi, DPRD Jabar juga menekankan pentingnya manfaat investasi bagi masyarakat. Romli mengatakan investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran.
“Targetnya bukan hanya investasi masuk, tetapi bagaimana investasi tersebut memberikan dampak nyata terhadap pengurangan pengangguran. Itu yang harus terus dijaga oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Romli menambahkan DPRD Jawa Barat juga aktif membangun komunikasi dengan calon investor di Jakarta dengan memperkenalkan berbagai potensi daerah di Jawa Barat, mulai dari infrastruktur yang semakin memadai, kawasan industri, hingga ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.
“Kami terus mempromosikan potensi daerah di Jawa Barat agar semakin banyak investor yang menanamkan modalnya dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
