Subang – Suasana di lingkungan SMA Negeri Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak ricuh setelah hampir seluruh siswa menggeruduk seorang oknum guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah.
Oknum guru tersebut diketahui bernama Ahmad Taoji. Ia diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap sejumlah siswa di lingkungan sekolah.
Peristiwa itu terjadi setelah para siswa memprotes dugaan perilaku tidak pantas yang disebut telah dialami sejumlah siswa dalam kurun waktu cukup lama.
Para siswa bahkan terlihat berlarian mengejar Ahmad Taoji yang diduga hendak keluar melalui gerbang sekolah setelah mengetahui dirinya diprotes oleh para siswa.
Aksi tersebut kemudian menjadi perhatian warga di sekitar sekolah.
Para siswa mendatangi pihak sekolah untuk menyampaikan keberatan sekaligus meminta agar dugaan tindakan tidak pantas tersebut segera ditindaklanjuti.
Dugaan pelecehan tersebut dinilai sangat memprihatinkan lantaran dilakukan oleh seorang pendidik yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah dan diduga terjadi di lingkungan sekolah.
Salah seorang siswa yang mengaku menjadi korban, DS, membenarkan adanya dugaan tindakan tidak pantas tersebut.
Sementara itu, Kepala SMAN Pamanukan, Edi Kanedi, membenarkan adanya persoalan tersebut. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangani kejadian tersebut.
Kericuhan mereda setelah petugas kepolisian datang ke lokasi. Ahmad Taoji kemudian diamankan ke Polsek Pamanukan untuk dimintai keterangan.
Kasus tersebut selanjutnya dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang untuk proses lebih lanjut.
Sejumlah siswa yang diduga menjadi korban bersama orang tua mereka kemudian mendatangi kepolisian untuk membuat laporan terkait dugaan tindakan yang dialami.
Salah seorang orang tua siswa, M, mengaku terkejut dan langsung menangis setelah mengetahui dugaan kejadian yang menimpa anaknya.
Hingga kini, baru tiga orang siswa yang disebut telah berani melaporkan dugaan tindakan tersebut dan masih menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan.
Tidak menutup kemungkinan jumlah pelapor maupun korban akan bertambah, mengingat dugaan tindakan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.
Sejumlah siswa yang diduga menjadi korban sebelumnya tidak berani melaporkan kejadian tersebut karena berbagai alasan.
Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak untuk mengungkap secara terang dugaan tindakan yang terjadi di lingkungan SMAN Pamanukan tersebut.

