Subang – Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan pembangunan sekaligus perbaikan 250 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sepanjang tahun 2025. Program ini melampaui janji politik Bupati Subang yang sebelumnya hanya menargetkan 100 unit Rutilahu per tahun.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Subang, Indrianto Bayu Aji, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut tersebar di 14 desa dari 9 kecamatan. “Untuk data detailnya masih dalam proses pendataan, namun yang pasti sudah melalui survei lapangan,” ungkapnya.
Bayu Aji menambahkan, sebagian besar program Rutilahu tahun ini didanai oleh APBN melalui Kementerian terkait, sementara sebagian lainnya ditopang dari APBD Kabupaten Subang. Program ini juga sejalan dengan kegiatan rutin Bupati saat Saba Desa, yakni meninjau langsung kondisi infrastruktur, ekonomi warga, hingga rumah-rumah masyarakat di pelosok kampung.
“Setiap kali turun ke desa, Pak Bupati selalu menginstruksikan kami agar mendata rumah warga yang tidak layak huni untuk dimasukkan ke program Rutilahu. Beliau juga mendorong ASN ikut terlibat dalam program Nyaah ka Indung sebagai bapak asuh,” jelas Bayu Aji.
Selain program Rutilahu, pemerintah juga tetap menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Untuk tahun 2025, dalam setiap agenda Saba Desa, Bupati menargetkan sedikitnya tiga rumah warga mendapatkan bantuan tersebut.
Sementara itu, untuk program yang bersumber dari anggaran provinsi, Bayu Aji menyebut masih menunggu regulasi. “Untuk 2025 belum ada, namun insya Allah pada 2026 program Rutilahu bisa mencapai 1.000 unit,” tutupnya.

