Bandung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menegaskan bahwa persoalan sampah di kawasan aglomerasi, termasuk Cekungan Bandung, tidak dapat lagi sepenuhnya mengandalkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penyelesaian sampah harus dimulai dari hulu, yakni di tingkat desa melalui pengelolaan berbasis masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Acep Jamaludin, menyampaikan bahwa optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) menjadi solusi paling realistis untuk menekan volume sampah sebelum dikirim ke TPA. Menurutnya, pendekatan ini mampu mengurangi beban pembuangan akhir sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.
Acep menilai pengelolaan sampah berbasis komunitas merupakan strategi efektif yang harus diperkuat. Ia menekankan perlunya perubahan paradigma dari sistem sentralistik menuju model partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses pengelolaan sampah.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pergerakan dari masyarakat di tingkat paling bawah. Keberadaan TPS3R dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis desa dapat berjalan optimal apabila dikelola dengan serius dan berkelanjutan.
Untuk itu, DPRD Jawa Barat mendorong pemerintah daerah hingga pemerintah desa agar tidak hanya membangun infrastruktur TPS3R, tetapi juga memberikan pendampingan yang konsisten serta dukungan sarana dan prasarana. Hal ini penting agar program pengelolaan sampah tidak berhenti di tengah jalan atau menjadi fasilitas yang mangkrak.
Pernyataan tersebut disampaikan Acep usai meninjau langsung operasional TPS3R di Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (15/1). Dalam kunjungan tersebut, ia memantau proses pemilahan sampah sekaligus berdialog dengan perangkat desa terkait berbagai kendala teknis di lapangan.
Acep berharap, pola pengelolaan sampah yang diterapkan di Desa Citapen dapat direplikasi oleh desa-desa lain, baik di Kabupaten Bandung Barat maupun wilayah lain di Jawa Barat, sebagai solusi jangka panjang yang ramah lingkungan.
Ia menegaskan, DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong dukungan anggaran dan pendampingan terhadap program TPS3R agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
