Subang – Turnamen sepak bola usia muda LTS Region Purwasukasi kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan aksi pemukulan yang terjadi usai pertandingan antara tim Sahabat Muda dan Apih UNITED. Insiden tersebut menuai kekecewaan dari pihak Apih UNITED yang menilai tindakan itu telah mencederai nilai sportivitas dalam kompetisi pembinaan atlet muda.
Perwakilan Apih UNITED, Apih, mengungkapkan rasa kecewanya atas kejadian tersebut. Menurutnya,perselisihan kecil seperti adu mulut atau saling dorong saat pertandingan masih dianggap wajar dalam atmosfer kompetisi. Namun, tindakan pemukulan setelah laga berakhir dinilai sudah melewati batas dan mengarah pada tindakan anarkis.
Ia menegaskan selama ini pihaknya selalu menanamkan disiplin dan sportivitas kepada para pemain muda. Karena itu, dirinya mempertanyakan ketegasan panitia penyelenggara LTS terhadap peserta yang dinilai melanggar aturan pertandingan.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Setelah pertandingan selesai justru terjadi pemukulan. Padahal tujuan turnamen adalah mencari bibit atlet yang hebat, berprestasi dan memiliki adab yang baik, bukan mencari pemain yang suka ribut,” ujar Apih.
Lebih lanjut, Apih mengaku awalnya menaruh harapan besar terhadap kompetisi LTS sebagai wadah pembinaan pemain muda yang berpotensi mengharumkan nama Indonesia di masa depan. Namun, maraknya insiden serupa membuat dirinya mulai mempertanyakan kualitas pengawasan dan penegakan aturan dalam turnamen tersebut.
Pihak Apih UNITED pun meminta panitia penyelenggara LTS Region Purwasukasi segera mengambil sikap tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan suasana kompetisi tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas.(AHS)
