Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Lewat Buku Sajak, Daddy Rohanady Kritik Arah Pembangunan Jawa Barat dan Soroti Kertajati

22 September 2026

DPRD Jabar Soroti Keterbatasan Dana Desa, Aspirasi Warga Diminta Masuk SIPD

22 September 2026

DPRD Jabar Ungkap Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk 495 Proyek, Fokus Perbaikan Jalan dan Jembatan

22 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Rabu, September 23
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»DPRD Jabar Soroti Keterbatasan Dana Desa, Aspirasi Warga Diminta Masuk SIPD
Politik

DPRD Jabar Soroti Keterbatasan Dana Desa, Aspirasi Warga Diminta Masuk SIPD

HafidhBy Hafidh22 September 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

SUBANGINFO — Keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan pemerintah desa dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan masyarakat. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, Toto Suharto, saat melakukan kunjungan ke Desa Rajawetan, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Senin (21/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi pembangunan kepada wakil rakyat. Sejumlah kebutuhan disampaikan warga, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kebutuhan pembangunan lainnya yang diharapkan dapat masuk dalam perencanaan pemerintah.

Toto menjelaskan, kunjungannya bukan dalam rangka melakukan audit terhadap pemerintahan desa. Menurutnya, fungsi pengawasan DPRD lebih diarahkan untuk melihat pelaksanaan kebijakan pembangunan sekaligus berdiskusi dengan masyarakat mengenai perkembangan pembangunan dan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi.

Ia menilai kondisi fiskal desa saat ini menuntut pemerintah desa lebih selektif dalam menentukan program. Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, setiap usulan pembangunan perlu disusun berdasarkan tingkat urgensi dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Toto juga menyoroti penggunaan Dana Desa yang turut diarahkan untuk mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kondisi tersebut, menurutnya, membuat ruang fiskal desa perlu dikelola secara cermat sehingga kebutuhan pembangunan yang belum terpenuhi harus ditempatkan berdasarkan skala prioritas.

DPRD Jabar Dorong Aspirasi Desa Masuk SIPD

Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, Toto mengatakan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan menjadi instrumen untuk mengawal aspirasi masyarakat. Karena itu, aspirasi yang disampaikan warga tidak cukup hanya berhenti dalam forum pertemuan, tetapi perlu diteruskan melalui mekanisme perencanaan pembangunan pemerintah.

Toto meminta pemerintah desa memastikan usulan yang menjadi prioritas masyarakat masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pencatatan melalui mekanisme tersebut penting agar usulan dapat dikawal sesuai tahapan perencanaan dan penganggaran.

Namun, ia mengingatkan bahwa masuknya aspirasi ke dalam sistem perencanaan tidak berarti pembangunan dapat langsung direalisasikan. Setiap program harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan hingga penganggaran.

Ia memberikan gambaran bahwa usulan yang mulai diproses melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada tahun berjalan dapat membutuhkan waktu hingga beberapa tahun untuk direalisasikan. Karena itu, pemerintah desa perlu menyiapkan usulan sejak awal dengan mempertimbangkan kebutuhan, data pendukung, skala prioritas dan kesiapan perencanaannya.

Menurut Toto, pemerintah desa tidak perlu sekadar memperbanyak daftar usulan. Hal yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan yang benar-benar mendesak memiliki dasar perencanaan yang jelas sehingga dapat masuk dalam proses pembangunan daerah dan dikawal sesuai mekanisme yang berlaku.

Dana desa Dana Desa 2026 DPRD JABAR DPRD Jawa Barat Toto Suharto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

Lewat Buku Sajak, Daddy Rohanady Kritik Arah Pembangunan Jawa Barat dan Soroti Kertajati

22 September 2026

DPRD Jabar Ungkap Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk 495 Proyek, Fokus Perbaikan Jalan dan Jembatan

22 September 2026

IKA Sungai Citarum Turun ke Level 48, DPRD Jabar Soroti Masalah Sampah

16 September 2026

DPRD Jabar Soroti KTMDU Cirebon dan Kinerja BUMD, Pajak Kendaraan Jadi Perhatian

16 September 2026

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

Lewat Buku Sajak, Daddy Rohanady Kritik Arah Pembangunan Jawa Barat dan Soroti Kertajati

22 September 2026

SUBANGINFO — Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Daddy Rohanady, menuangkan kritik…

DPRD Jabar Soroti Keterbatasan Dana Desa, Aspirasi Warga Diminta Masuk SIPD

22 September 2026

DPRD Jabar Ungkap Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk 495 Proyek, Fokus Perbaikan Jalan dan Jembatan

22 September 2026

60 Tahun KAHMI: Ketika Perkaderan Menjadi Jalan Panjang Pengabdian

17 September 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.