Legonkulon- Setiap pagi sebelum bel tanda masuk sekolah berbunyi, suasana di depan SDN Setia Karya selalu tampak berbeda. Kepala sekolah, Ade Maman, terlihat sigap berdiri di tepi jalan, membantu para muridnya yang hendak menyebrang menuju sekolah. Tindakan sederhana ini menjadi rutinitas yang penuh makna, mencerminkan kepedulian seorang pendidik terhadap keselamatan peserta didiknya.
Dengan penuh kesabaran, Ade Maman mengangkat tangan memberi tanda kepada para pengendara agar melambatkan laju kendaraan. Sementara itu, anak-anak sekolah yang masih duduk di bangku sekolah dasar tampak menggandeng tangan teman atau orang tuanya, sebelum diarahkan untuk menyebrang dengan aman. Kehadiran kepala sekolah di tengah aktivitas pagi ini memberikan rasa tenang, baik bagi siswa maupun orang tua yang setiap hari mengantarkan anak-anaknya ke sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Ade Maman juga tidak henti-hentinya mengingatkan kepada pengguna jalan raya untuk lebih berhati-hati. Ia meminta para pengendara mengurangi kecepatan ketika melintasi kawasan sekolah, mengingat banyak anak-anak yang menyeberang pada jam-jam masuk sekolah. “Kami berharap semua pengguna jalan bisa lebih peduli. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas bersama, karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” ucapnya.
Imbauan ini juga disampaikan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas. Jalan di depan SDN Setia Karya dikenal cukup ramai dilalui kendaraan, terutama pada pagi hari. Tanpa adanya perhatian ekstra dari para pengendara, kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan anak-anak sekolah.
Langkah yang dilakukan Ade Maman pun mendapat apresiasi dari para orang tua murid. Banyak di antara mereka merasa lebih lega dan terbantu dengan adanya perhatian langsung dari kepala sekolah. “Kami sangat mengapresiasi sikap Pak Ade. Beliau bukan hanya mendidik anak-anak di dalam kelas, tapi juga ikut menjaga mereka di luar sekolah. Ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa,” ungkap salah satu wali murid.
Lebih jauh, apa yang dilakukan kepala sekolah ini bisa menjadi contoh nyata bahwa peran seorang pendidik tidak terbatas pada proses belajar-mengajar saja. Tugas utama mendidik memang berlangsung di ruang kelas, tetapi kepedulian terhadap keselamatan, disiplin, dan karakter anak-anak juga menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan.
Selain mengimbau pengendara, Ade Maman berharap pihak terkait, baik pemerintah maupun aparat lalu lintas, dapat menambah fasilitas pendukung keselamatan di sekitar sekolah. Misalnya dengan pemasangan rambu peringatan, zebra cross yang lebih jelas, atau penempatan petugas yang bisa membantu mengatur arus lalu lintas pada jam-jam sibuk.
Rutinitas sederhana yang dilakukan setiap pagi ini pada akhirnya bukan hanya sekadar membantu siswa menyeberang. Lebih dari itu, tindakan tersebut merupakan bentuk keteladanan nyata bagi para murid, bahwa kepedulian, tanggung jawab, dan rasa saling menjaga adalah nilai yang harus ditanamkan sejak dini.

