Subang – Sejumlah warga yang kerap melintas di jalur Subang–Pamanukan mengeluhkan keberadaan truk pengangkut tanah merah yang membawa muatan berlebih. Tanah yang jatuh berceceran ke jalan dinilai sangat berbahaya bagi pengendara lain, khususnya pengguna sepeda motor yang berada di belakang kendaraan tersebut.
Salah satu pengendara, Anto (36), mengaku sering merasa risih sekaligus khawatir saat melintas di jalur tersebut. Pasalnya, tanah yang berjatuhan kerap membuat kondisi jalan licin dan berdebu, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Kalau ada truk tanah, kita yang di belakang pasti was-was. Tanahnya sering jatuh ke jalan, kalau kena motor bisa bikin oleng. Apalagi kalau sedang ramai, risikonya makin besar,” ungkap Anto, selasa (16/9/2025).
Ia menambahkan, kondisi tersebut sudah cukup lama terjadi namun belum terlihat adanya tindakan tegas dari pihak berwenang. Padahal, menurutnya, keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas utama.
“Harapan saya, aparat penegak hukum bisa menindak truk-truk yang kelebihan muatan. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru ditertibkan,” ujarnya.
Fenomena truk bermuatan tanah merah memang sering dijumpai di sejumlah titik jalan utama. Tidak hanya menimbulkan bahaya, tanah yang jatuh ke jalan juga membuat permukaan jalan cepat rusak dan berdebu ketika cuaca panas, serta menjadi lumpur ketika turun hujan.
Hal ini tentu menambah beban risiko bagi para pengendara yang setiap hari melintas.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dapat melakukan pengawasan ketat terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya yang membawa material dalam jumlah besar. Dengan adanya penertiban, pengguna jalan bisa merasa lebih aman dan nyaman ketika berkendara.

