Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Usulkan Ranperda Perlindungan Keluarga dari Dampak Negatif Era Digital dan Perilaku Seksual

5 Mei 2026

Kuasa Hukum Endang Tegaskan Legalitas Lahan Pribadi, Gakkum Kementerian Kehutanan Turun Langsung Uji Kebenaran

5 Mei 2026

Nekat Mencuri Puluhan Juta untuk Biaya Nikah, Mantan Karyawan Toko Busana di Pamanukan Ditangkap Polisi

4 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Jumat, Mei 8
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Pemerintahan»Diduga Ada Tekanan dari Atasan, Kades Jabong Diminta Minta Maaf Usai Ucapannya Viral
Pemerintahan

Diduga Ada Tekanan dari Atasan, Kades Jabong Diminta Minta Maaf Usai Ucapannya Viral

RedaksiBy Redaksi31 Oktober 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Oplus_16908288
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

SUBANG – Polemik seputar video viral Kepala Desa Jabong, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, tampaknya belum berakhir. Setelah sebelumnya menjadi sorotan publik karena meluapkan kekecewaannya terhadap Bupati Subang dalam acara Ruwat Jagat, kini sang kepala desa kembali muncul dengan video permintaan maaf terbuka yang justru menimbulkan gelombang pertanyaan baru di masyarakat.

Kemunculan video kedua itu dinilai janggal oleh sejumlah pihak. Ketua Umum Jaringan Masyarakat Pemerhati Sosial (Jampes), H. Ader, menyatakan kecurigaannya bahwa permintaan maaf tersebut tidak sepenuhnya muncul dari kesadaran pribadi sang kepala desa. Ia menduga ada tekanan dari pihak tertentu, termasuk kemungkinan intervensi dari pejabat tingkat kecamatan.

“Kalau kita lihat kronologinya, awalnya beliau berbicara lantang dan jujur di hadapan masyarakat, menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah daerah. Namun tidak lama kemudian muncul video permintaan maaf. Ini patut dipertanyakan, apakah benar murni dari dirinya sendiri atau ada tekanan dari pihak atas,” ujar H. Ader saat dimintai tanggapannya, Jumat (31/10/2025).

Jampes menilai, fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa kebebasan berpendapat di tingkat akar rumput masih belum sepenuhnya terlindungi. Menurut Ader, suara kepala desa sebagai pemimpin di tingkat desa seharusnya dihargai sebagai bentuk aspirasi rakyat, bukan malah dibungkam dengan tekanan atau intimidasi.

“Kalau benar ada intervensi dari pejabat, misalnya camat atau pihak lain, ini tentu menjadi kemunduran demokrasi di daerah. Kepala desa seharusnya bebas menyampaikan aspirasi tanpa rasa takut,” tegasnya.

Organisasi Jampes berencana melakukan penelusuran lebih dalam terkait dugaan adanya tekanan terhadap Kepala Desa Jabong. Mereka juga akan meminta klarifikasi dari pihak Kecamatan Pagaden dan pemerintah kabupaten untuk memastikan apakah benar ada campur tangan dalam perubahan sikap sang kades.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Pagaden maupun Bupati Subang mengenai dugaan intervensi tersebut. Namun, peristiwa ini telah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, terutama di kalangan pemerhati pemerintahan desa yang menilai kasus ini sebagai ujian transparansi dan kebebasan berekspresi di tingkat lokal.

Redaksi
Author: Redaksi

Redaksi Subang Info

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Redaksi Subang Info

Related Posts

Kemenkeu Terbitkan Keputusan, Aset Kemenag Thamrin Dialihkan ke Kementerian Haji

11 Februari 2026

Gerakan Akselerasi Antisipasi Banjir Mendorong Pemkab Subang dan Pemprov Jabar Percepat Penanganan Banjir

10 Februari 2026

Prabowo Lantik Juda Agung sebagai Wamenkeu, Gantikan Thomas Djiwandono yang Jadi Deputi Gubernur BI

5 Februari 2026

Penonaktifan PBI JKN Picu Keresahan Warga

5 Februari 2026

Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kalenbalong Timbun Jalan Becek dengan Genteng Bekas

23 Januari 2026

Sekolah Maung Gagasan Dedi Mulyadi Dibangun 2026, Pemprov Jabar Siapkan Pendidikan Berbasis Kebutuhan Industri

14 Januari 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Usulkan Ranperda Perlindungan Keluarga dari Dampak Negatif Era Digital dan Perilaku Seksual

5 Mei 2026

Kota Bandung — DPRD Provinsi Jawa Barat berencana menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perlindungan…

Kuasa Hukum Endang Tegaskan Legalitas Lahan Pribadi, Gakkum Kementerian Kehutanan Turun Langsung Uji Kebenaran

5 Mei 2026

Nekat Mencuri Puluhan Juta untuk Biaya Nikah, Mantan Karyawan Toko Busana di Pamanukan Ditangkap Polisi

4 Mei 2026

DPRD Jabar Serahkan Aspirasi Pencabutan Moratorium Pemekaran ke DPD RI

4 Mei 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.