CIKARANG – Insiden tragis terjadi saat rombongan kesenian tradisional melakukan arak-arakan di wilayah Cikarang Utara. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar setelah diduga tersengat aliran listrik tegangan tinggi dari jaringan kabel yang melintang di jalan.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika rombongan membawa perangkat pengeras suara (sound system) yang dipasang di atas gerobak besi. Saat melintas di bawah jaringan kabel listrik, bagian atas sound system diduga berada terlalu dekat dengan kabel sehingga menimbulkan risiko kontak dengan aliran listrik.
Dalam situasi tersebut, salah seorang kru yang berada di atas kendaraan disebut berupaya mengangkat kabel menggunakan tangan. Namun nahas, korban diduga langsung tersengat arus listrik tegangan tinggi yang kemudian merambat ke bagian gerobak besi dan mengenai sejumlah pekerja lainnya yang berada di sekitar lokasi.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah Galang (18), warga Kampung Ciwera, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang; Juhan (20), warga Kampung Pasircabe, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang; serta Rinto (29), warga Kabupaten Subang.
Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka bakar dan masih mendapatkan perawatan medis. Korban tersebut yakni Rizal (18), warga Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, yang mengalami luka bakar pada bagian kaki, serta Rizki Maulana (22), warga Kabupaten Subang, yang mengalami luka bakar pada bagian kaki dan kepala.
Seluruh korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Cibeureum, Cikarang Utara, untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada kontak antara perangkat sound system dan jaringan listrik udara yang berada di jalur arak-arakan.
