Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Prabowo Tiba di Kalbar, Pantau Karhutla: 198 Hotspot Terdeteksi dalam 24 Jam

23 Agustus 2026

DBH Jawa Barat Baru Cair Rp19,7 Miliar dari Kurang Bayar Rp1,2 Triliun, DPRD Soroti Dampaknya ke Pembangunan

23 Agustus 2026

Ketua DPRD Jabar Dorong Pembangunan Seimbang, Tak Hanya Infrastruktur tapi Juga Pengentasan Kemiskinan

23 Agustus 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Minggu, Agustus 23
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»DBH Jawa Barat Baru Cair Rp19,7 Miliar dari Kurang Bayar Rp1,2 Triliun, DPRD Soroti Dampaknya ke Pembangunan
Politik

DBH Jawa Barat Baru Cair Rp19,7 Miliar dari Kurang Bayar Rp1,2 Triliun, DPRD Soroti Dampaknya ke Pembangunan

HafidhBy Hafidh23 Agustus 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

BANDUNG – Pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat kepada Provinsi Jawa Barat sebesar Rp19,7 miliar mendapat perhatian DPRD Jawa Barat. Nilai tersebut baru sebagian kecil dari total kurang bayar DBH Jawa Barat yang mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, menilai DBH memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pembiayaan pembangunan daerah. Karena itu, kepastian pencairan sisa DBH menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar perencanaan fiskal Jawa Barat dapat berjalan secara optimal.

“Dana transfer pusat ke daerah itu kan sangat menentukan bagi kami di daerah. Kami berharap ke depan pencairannya bisa lebih besar agar dapat mendukung berjalannya rencana pembangunan di daerah,” ujar Ineu, Rabu (19/8/2026).

Menurut Ineu, pencairan Rp19,7 miliar dari total kurang bayar sekitar Rp1,2 triliun menunjukkan masih terdapat selisih yang cukup besar antara dana yang diterima dengan kebutuhan yang telah direncanakan pemerintah daerah. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat kepastian agar tidak menimbulkan ketidakpastian dalam pengelolaan anggaran.

Ia juga menyebut pola pencairan DBH saat ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dalam kondisi tertentu dapat dilakukan dengan nilai lebih besar. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan kepastian mengenai waktu dan besaran pencairan untuk menyesuaikan perencanaan pembangunan.

“Dari rencana untuk pencairan DBH-nya kan Rp1,2 triliun. Tapi kan hanya cair Rp19 miliar, jauh,” katanya.

DPRD Dorong Kepastian Transfer Pusat

Ineu menjelaskan, DBH merupakan salah satu komponen transfer keuangan dari pemerintah pusat yang memiliki kontribusi terhadap kapasitas fiskal daerah. Dana tersebut menjadi salah satu sumber yang dapat mendukung pembiayaan berbagai kebutuhan pemerintah daerah, termasuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Karena itu, DPRD Jawa Barat mendorong adanya kejelasan mengenai realisasi sisa kurang bayar DBH. Kepastian tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah dapat menyusun prioritas belanja dengan lebih terukur.

Di tengah kondisi tersebut, Pemprov Jawa Barat juga mempertimbangkan alternatif pembiayaan melalui pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp3,4 triliun.

Ineu mengingatkan agar setiap keputusan terkait pembiayaan dilakukan secara hati-hati dan diarahkan untuk kebutuhan yang produktif serta sesuai dengan perencanaan pembangunan Jawa Barat.

“Kami harus melihat urgensinya. Kalau memang untuk berjalannya perencanaan, kemudian utang itu juga harus digunakan sesuai dengan rencana pembangunan di Jawa Barat seperti infrastruktur. Peminjaman ini harus produktif,” ujarnya.

Pemprov Pastikan Kondisi Fiskal Jabar Sehat

Sementara itu, pencairan DBH Jawa Barat mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2026 tentang penyesuaian rincian alokasi dan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU), penyaluran kurang bayar DBH hingga 2024, serta penyaluran Dana Treasury Deposit Facility tahun 2026.

Berdasarkan keputusan tersebut, kurang bayar DBH Jawa Barat sebesar Rp19,7 miliar telah disalurkan pada 7 Agustus 2026.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memastikan kondisi fiskal Jawa Barat masih berada dalam kategori sehat meskipun daerah menghadapi tekanan dari sisi penerimaan transfer pemerintah pusat.

Menurut Herman, kemampuan fiskal daerah salah satunya tercermin dari Debt Service Coverage Ratio (DSCR) Jawa Barat yang mencapai 17,62 kali. Angka tersebut jauh di atas batas minimal sebesar 2,5 kali.

“Minimal itu 2,5. Dan ternyata rasio kemampuan kita untuk membayar 17,62. Jadi memang fiskal Jawa Barat relatif sehat,” ujar Herman.

Herman menambahkan, rencana pinjaman daerah sebesar Rp3,4 triliun melalui PT SMI telah memperhitungkan kemampuan fiskal daerah serta kewajiban dari pinjaman sebelumnya. Skema tersebut dirancang agar tetap berada dalam batas kemampuan keuangan daerah.

Rencana pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga sekitar 6 persen dan diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan yang telah diperhitungkan dalam perencanaan daerah.

Dengan kondisi tersebut, DPRD Jawa Barat menegaskan pentingnya pengelolaan fiskal yang terukur, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Pengawasan terhadap penerimaan DBH maupun setiap alternatif pembiayaan menjadi bagian dari upaya memastikan ruang fiskal daerah tetap sehat sekaligus mampu menopang program pembangunan Jawa Barat.

Catatan editorial: Saya sengaja tidak menggunakan judul bernada “DBH Jabar dipotong” atau “Pemerintah pusat tahan DBH Jabar”, karena data yang Anda berikan menunjukkan Rp19,7 miliar telah disalurkan dari total kurang bayar sekitar Rp1,2 triliun, bukan bahwa seluruh Rp1,2 triliun sudah menjadi hak cair sekaligus. Ini membuat framing Subang Info lebih aman secara jurnalistik dan tetap kritis.

Dana Bagi Hasil DBH Jawa Barat DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari Pemprov Jawa Barat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

Prabowo Tiba di Kalbar, Pantau Karhutla: 198 Hotspot Terdeteksi dalam 24 Jam

23 Agustus 2026

Ketua DPRD Jabar Dorong Pembangunan Seimbang, Tak Hanya Infrastruktur tapi Juga Pengentasan Kemiskinan

23 Agustus 2026

Siti Muntamah Soroti Anak Tidak Sekolah dan Penerimaan Siswa di Jawa Barat

23 Agustus 2026

Persiapan HUT ke-81 Jabar Capai 99 Persen, DPRD Pastikan Rapat Paripurna Berjalan Lancar

22 Agustus 2026

Rahmat Hidayat Djati: Pembangunan Desa Harus Jaga Lingkungan dan Tingkatkan Pelayanan

22 Agustus 2026

DPRD Jabar Dorong Sinergi Pembinaan Warga Binaan, Sidkon Apresiasi Pemberian Remisi HUT ke-81 RI

22 Agustus 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

Prabowo Tiba di Kalbar, Pantau Karhutla: 198 Hotspot Terdeteksi dalam 24 Jam

23 Agustus 2026

KUBU RAYA — Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya,…

DBH Jawa Barat Baru Cair Rp19,7 Miliar dari Kurang Bayar Rp1,2 Triliun, DPRD Soroti Dampaknya ke Pembangunan

23 Agustus 2026

Ketua DPRD Jabar Dorong Pembangunan Seimbang, Tak Hanya Infrastruktur tapi Juga Pengentasan Kemiskinan

23 Agustus 2026

Siti Muntamah Soroti Anak Tidak Sekolah dan Penerimaan Siswa di Jawa Barat

23 Agustus 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.