Subang – Dari Dusun Sarimakmur, Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, kisah menyayat hati datang dari seorang bocah bernama Raka yang baru berusia 9 tahun. Anak laki-laki yang kini tinggal bersama neneknya, Ibu Sulastri, itu tengah berjuang melawan tumor ganas yang menyerang tubuh kecilnya.
Di usianya yang seharusnya diisi dengan tawa dan bermain bersama teman sebaya, Raka justru harus menghadapi kenyataan pahit. Meski duduk di bangku sekolah dasar, ia kerap merasa terasing karena sebagian teman-temannya menjauhinya.
Namun, semangatnya untuk terus belajar tidak pernah padam. “Raka ingin sehat, Raka ingin lulus sekolah,” begitu harapannya sederhana namun penuh makna.
Kondisi keluarga yang hidup serba pas-pasan membuat perawatan medis menjadi tantangan berat. Kini, Raka mendapatkan pendampingan di Yayasan Kebaikan Indonesia, Bandung.
Setiap Senin dan Jumat, ia harus menjalani kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung. Perjalanan panjang bolak-balik rumah sakit menjadi rutinitas melelahkan, tetapi tak mampu memadamkan tekadnya untuk sembuh.
Harapan terbesar Raka hanyalah bisa kembali menjalani hari-hari seperti anak-anak lainnya—sehat, belajar, dan bermain tanpa rasa sakit. Kisahnya menjadi cermin perjuangan seorang bocah kecil dengan semangat besar, yang layak mendapat dukungan dari banyak pihak.

