SUBANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi diguyur hujan pada Jumat (6/11/2026). Salah satunya Kabupaten Subang yang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan.
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, potensi hujan juga diprakirakan terjadi di 19 wilayah lainnya. Beberapa daerah bahkan berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang, seperti Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Purwakarta, Subang, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, serta Sumedang.
Sementara itu, Kabupaten Sukabumi diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang, sedangkan Kota Sukabumi berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.
BMKG menjelaskan, meningkatnya potensi pembentukan awan hujan dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Di antaranya aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin yang diprakirakan aktif secara spasial pada pertengahan pekan.
Suhu muka laut yang relatif hangat juga berkontribusi terhadap ketersediaan uap air. Ditambah kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif secara lokal, sejumlah wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami hujan.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, menyampaikan bahwa dalam sepekan ke depan beberapa fenomena atmosfer masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan konvektif dan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Masyarakat, termasuk warga Kabupaten Subang, juga diminta berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah maupun saat melakukan perjalanan. Informasi cuaca terbaru perlu terus dipantau, terutama ketika merencanakan perjalanan darat, laut, maupun udara.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar, serta mengikuti arahan dan prosedur evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana.

