SUBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang H. Asep Nuroni menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang, Rabu (01/10). Agenda utamanya adalah mendengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Penjelasan Bupati Subang mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RAPBD Tahun 2026.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Victor Wirabuana Abdurachman ini menunjukkan dukungan penuh dari seluruh fraksi, namun disertai sejumlah catatan penting terkait anggaran.
Catatan Kritis Fraksi: PAD Jangan Bebani Rakyat Kecil
Mayoritas fraksi menyepakati bahwa berkurangnya transfer ke daerah harus disikapi dengan bijak, yaitu melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, peningkatan PAD ini tidak boleh membebani masyarakat kecil.
Berikut adalah fokus utama catatan fraksi-fraksi:
- Fraksi Golkar mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan pengelolaan aset daerah dan kinerja BUMD, serta menekankan bahwa APBD 2026 harus berpihak pada masyarakat.
- Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi PKB sama-sama fokus pada peningkatan PAD yang tidak membebani rakyat kecil, melainkan memaksimalkan potensi yang ada. Fraksi PKB juga ingin memastikan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial tidak terganggu.
- Fraksi Gerindra menuntut pembangunan dilakukan secara merata dan APBD harus fokus pada dunia pendidikan, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan guru.
- Fraksi Nasdem mewanti-wanti agar target PAD ditentukan melalui perencanaan dan analisa yang matang untuk menghindari rasionalisasi mendadak yang merugikan program masyarakat.
- Fraksi PKS mengapresiasi kenaikan proyeksi PAD, namun menekankan bahwa kenaikan tersebut harus berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
- Fraksi Amanat-Demokrat berpesan agar infrastruktur dasar yang prima bukan hanya jalan yang bagus, tetapi juga pelayanan kebutuhan dasar publik seperti pendidikan dan kesehatan.
Diharapkan, Pandangan Umum ini menjadi masukan konstruktif bagi Pemkab Subang agar pembahasan RAPBD 2026 menghasilkan kebijakan anggaran yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat Subang.
(Turut hadir dalam Rapat Paripurna tersebut Forkopimda Kabupaten Subang, Para Asisten Daerah, Para Staf Ahli, dan Para Kepala OPD.)

