Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jadi Pembina Upacara, Kapolsek Pamanukan Ajak Pelajar SMK Darul Ma’arif Taat Aturan dan Jauhi Tawuran

12 Oktober 2026

Neng Tita Rosdiana Takziah ke Warga Tanjung Wera, Bukti Kepedulian Menuju Nanggerang Berkah

12 Oktober 2026

Kapolsek Pamanukan Sapa Ojek Taman Sari, Sosialisasikan Kamtibmas dan Knalpot SNI

10 Oktober 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Selasa, Oktober 13
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Pemerintahan»Dedi Mulyadi Petakan Krisis Sampah Jawa Barat, TPA Sarimukti Diprediksi Habis Oktober 2026
Pemerintahan

Dedi Mulyadi Petakan Krisis Sampah Jawa Barat, TPA Sarimukti Diprediksi Habis Oktober 2026

HafidhBy Hafidh27 Agustus 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah memetakan persoalan pengelolaan sampah di sejumlah kabupaten dan kota sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis lingkungan. Pemetaan tersebut terutama menyasar kawasan perkotaan yang masih menghadapi persoalan penumpukan sampah dengan volume cukup tinggi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kondisi TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan penanganan segera. Fasilitas tersebut selama ini menjadi tempat pembuangan sampah dari sejumlah wilayah Bandung Raya, namun masa operasionalnya diperkirakan akan berakhir pada Oktober 2026.

Menurut Dedi, Pemprov Jawa Barat perlu menyiapkan skema penanganan sementara sembari menunggu kesiapan fasilitas pengolahan sampah di Legok Nangka. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pemanfaatan lahan milik Perum Perhutani sebagai lokasi penampungan sementara.

Pemprov Jabar, kata Dedi, bahkan siap mengalokasikan anggaran untuk menyewa lahan tersebut dalam jangka panjang apabila diperlukan. Skema itu diharapkan dapat memberikan kepastian dalam penanganan sampah regional sekaligus mencegah terjadinya penumpukan yang lebih luas.

“Kalau memang dibutuhkan untuk penanganan pengelolaan sampah dan PT Perhutani memerlukan biaya sebagai uang sewa, Pemprov Jabar bersedia memberikan uang sewa selama 30 tahun ke depan,” ujar Dedi dalam kegiatan Groundbreaking Proyek PSEL Ciketing Udik, Bekasi, Kamis (27/8/2026).

Selain Bandung Raya, persoalan persampahan juga menjadi perhatian di wilayah Cirebon Raya, Karawang, dan Subang. Dedi menyebut tingginya volume sampah di sejumlah kawasan tersebut perlu segera diantisipasi karena pembangunan fasilitas pengolahan sampah seperti Legok Nangka membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Legok Nangka diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan solusi di masing-masing wilayah agar persoalan sampah tidak berkembang menjadi krisis lingkungan baru.

Dedi juga menyoroti persoalan sampah di wilayah Bekasi, khususnya yang ditemukan di sejumlah aliran sungai. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan dengan membersihkan sampah, tetapi juga perlu menyentuh persoalan permukiman di bantaran sungai.

Ia mendorong penertiban kawasan bantaran sungai disertai kebijakan relokasi bagi warga yang terdampak. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya mengatasi sampah di sungai dapat dilakukan secara menyeluruh tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Upaya pemetaan dan penataan pengelolaan sampah di berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Jawa Barat dalam menghadapi keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir. Pemerintah juga dituntut memperkuat pengolahan sampah sejak dari sumber agar ketergantungan terhadap TPA dapat dikurangi secara bertahap.

Dedi Mulyadi Jawa Barat krisis sampah Pemprov Jabar sampah Jawa Barat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

DPRD Jabar Dukung Perampingan Birokrasi di Tengah Kondisi Fiskal yang Memprihatinkan

28 Agustus 2026

DPRD Jabar Desak Evaluasi Arah Pembangunan, Pemerataan Jangan Sekadar Formalitas RPJMD

27 Agustus 2026

DPRD Jabar Dorong Perampingan OPD untuk Efisiensi, Aturan Pusat dan SDM Jadi Perhatian

27 Agustus 2026

DPRD Jabar Soroti Rencana Buka Lagi Wisata Megamendung, Regulasi Diminta Tuntas

27 Agustus 2026

DPRD Jabar Soroti Rencana Pembukaan Wisata Megamendung, Minta Izin dan Lingkungan Dipastikan Tuntas

26 Agustus 2026

Prabowo Tiba di Kalbar, Pantau Karhutla: 198 Hotspot Terdeteksi dalam 24 Jam

23 Agustus 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Artikel

Jadi Pembina Upacara, Kapolsek Pamanukan Ajak Pelajar SMK Darul Ma’arif Taat Aturan dan Jauhi Tawuran

12 Oktober 2026

Subang – Upaya menanamkan kedisiplinan, membangun karakter, serta meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar terus…

Neng Tita Rosdiana Takziah ke Warga Tanjung Wera, Bukti Kepedulian Menuju Nanggerang Berkah

12 Oktober 2026

Kapolsek Pamanukan Sapa Ojek Taman Sari, Sosialisasikan Kamtibmas dan Knalpot SNI

10 Oktober 2026

Kapolsek Pamanukan Sapa RW dan RT di Sukasari, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

10 Oktober 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.