Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tak Bisa Bicara dan Hanya Terbaring, Dedi Kini Dibantu Dokter Maxi

28 Mei 2026

Komisi I DPRD Jabar Dukung Penguatan Lembaga Penyiaran di Tengah Dominasi Media Sosial

28 Mei 2026

Komisi V DPRD Jabar Dukung Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’

28 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Kamis, Mei 28
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»DPRD Jawa Barat Ingatkan Gubernur Dedi Mulyadi: Kebijakan Harus Berbasis Kajian dan Kesiapan Anggaran
Politik

DPRD Jawa Barat Ingatkan Gubernur Dedi Mulyadi: Kebijakan Harus Berbasis Kajian dan Kesiapan Anggaran

HafidhBy Hafidh16 Desember 2025Updated:16 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

BANDUNG — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat mengingatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah didasarkan pada kajian yang matang, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kesiapan anggaran.

Doni menegaskan, kajian menjadi landasan penting untuk mengetahui dampak kebijakan sebelum diterapkan kepada masyarakat, termasuk langkah mitigasi serta mekanisme operasionalnya agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Dengan kajian, kita bisa tahu dampak sosial dan ekonominya seperti apa, bagaimana mitigasinya, serta bagaimana pengelolaannya. Jangan sampai kebijakan hanya berhenti pada ide, lalu disampaikan ke publik tanpa perencanaan matang,” ujar Doni di Bandung, Minggu.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat itu menyoroti rencana reboisasi lahan-lahan kritis di Jawa Barat, termasuk wacana pengembalian lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang saat ini ditanami sayuran untuk kembali menjadi perkebunan teh. Menurutnya, kebijakan semacam itu tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.

“Bukan ingin mempersulit, tapi satu kebijakan yang gagal bisa merugikan banyak orang,” tegasnya.

Doni juga menyinggung sejumlah kebijakan yang dinilainya tidak memiliki alokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat. Padahal, menurutnya, seluruh program pemerintah seharusnya berjalan sesuai dengan APBD yang telah disepakati bersama DPRD.

Ia mencontohkan kebijakan penutupan tambang di Kabupaten Bogor yang diikuti pemberian kompensasi kepada sekitar 9.300 warga terdampak sebesar Rp9 juta per orang selama tiga bulan. Total anggaran kompensasi tersebut mencapai hampir Rp90 miliar, namun tidak tercantum dalam APBD Jawa Barat.

“Jawaban gubernur saat rapat paripurna, pembiayaannya menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT). Padahal penggunaan BTT harus disesuaikan dengan tahun terjadinya peristiwa,” jelas Doni.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dimilikinya, realisasi pembayaran kompensasi baru sekitar 40 persen untuk satu bulan. Jika pembayaran dilanjutkan pada tahun berikutnya, menurut Doni, hal itu tidak lagi sesuai dengan mekanisme BTT.

“Kalau diselesaikan tahun depan, itu sudah tidak masuk kategori biaya tidak terduga, karena peristiwanya terjadi tahun sebelumnya,” ujarnya.

Karena itu, Doni mengingatkan agar kebijakan reboisasi dan penataan ulang lahan perkebunan tidak mengulang persoalan serupa seperti kasus tambang di Bogor maupun penertiban kawasan lainnya.

“Apapun kebijakan gubernur, sebaiknya disampaikan dan dibahas bersama DPRD. Jangan sampai dewan tidak tahu, sementara di APBD juga tidak tersedia anggarannya,” tutupnya.

Hafidh
Author: Hafidh

jurnalis

Dedi Mulyadi Kebijakan Pemprov Jabar Kesiapan Anggaran
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

    jurnalis

    Related Posts

    Komisi I DPRD Jabar Dukung Penguatan Lembaga Penyiaran di Tengah Dominasi Media Sosial

    28 Mei 2026

    Komisi V DPRD Jabar Dukung Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’

    28 Mei 2026

    Komisi V DPRD Jabar Dorong Sekolah Maung Jadi Model Pendidikan Berkualitas dan Berdaya Saing Global

    28 Mei 2026

    Polemik Pengelolaan Masjid di SMA Negeri 3 Kota Sukabumi, Komisi V DPRD Jawa Barat Siap Kawal Pembuatan MOU

    28 Mei 2026

    ASDEPSI Bahas Penguatan Kelembagaan DPRD dan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah Pusat

    28 Mei 2026

    Komisi II DPRD Jabar Dorong Percepatan Pembangunan Kolam Labuh Pelabuhan Jayanti

    28 Mei 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Artikel

    Tak Bisa Bicara dan Hanya Terbaring, Dedi Kini Dibantu Dokter Maxi

    28 Mei 2026

    Subang – Pemilik Klinik Happy Healthy, Dokter Maxi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu…

    Komisi I DPRD Jabar Dukung Penguatan Lembaga Penyiaran di Tengah Dominasi Media Sosial

    28 Mei 2026

    Komisi V DPRD Jabar Dukung Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’

    28 Mei 2026

    Komisi V DPRD Jabar Dorong Sekolah Maung Jadi Model Pendidikan Berkualitas dan Berdaya Saing Global

    28 Mei 2026
    Our Picks
    Stay In Touch
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Facebook Instagram TikTok
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman media
    © 2026 subanginfo.id

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.