Subang — Meski hujan mengguyur sejak pagi hingga siang , kepedulian terhadap sesama tetap ditunjukkan Dokter Maxi. Pada Jumat (23/1/2026), ia menyempatkan diri menjenguk seorang warga Desa Anggasari yang tengah membutuhkan bantuan.
Warga tersebut adalah Julaeha (45), warga Dusun Mulyasari RT 15 RW 4, Desa Anggasari, yang mengalami infeksi serius pada bola mata sebelah kanan. Kondisi yang dideritanya sudah berlangsung cukup lama dan sempat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dokter Maxi yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Subang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) menyampaikan bahwa saat ini Julaeha menyampaikan bahwa Julaeha saat ini telah menjalani pengobatan di RS PMC dan menunjukkan perkembangan meski masih terbatas.
“Alhamdulillah sudah ada perubahan sedikit. Dalam waktu dekat akan dilakukan kontrol kembali. Jika nanti ada perkembangan yang mengkhawatirkan, akan kita rujuk ke rumah sakit yang lebih besar,” ujarnya.
Ia berharap pengobatan di RS PMC sudah cukup sehingga pasien bisa segera pulih. Namun apabila harus dirujuk, Dokter Maxi menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Anggasari, Bhabinkamtibmas Polri, serta Babinsa TNI AD untuk membantu proses lanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Anggasari, Sukendi, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Dokter Maxi kepada warganya. Menurutnya, kehadiran tersebut sangat berarti bagi keluarga Julaeha. “Kami sangat berterima kasih, setidaknya ini bisa meringankan beban warga kami yang sedang sakit,” ucapnya.
Sukendi juga menambahkan bahwa pihak desa berencana mengajukan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) untuk tempat tinggal Julaeha agar ke depan kondisi rumahnya bisa lebih layak.
Rasa terima kasih juga disampaikan oleh Ayan, suami Julaeha. Ia mengaku sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan. Ayan sehari-hari bekerja sebagai penjual pagar bambu dengan penghasilan yang tidak menentu. “Kalau laku paling untung tiga ribu rupiah per pagar. Jualannya sampai ke Cilamaya, kadang laku kadang tidak,” ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa istrinya telah lama menderita sakit mata tersebut, hampir satu tahun, dan kondisi terparahnya dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Kehadiran dan bantuan dari dokter Maxi sangat berarti bagi keluarga kami.
