Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Asep Suherman Sosialisasikan Pengawasan Anggaran 2026 di Cianjur, Dorong Transparansi dan Partisipasi Masyarakat

9 Juni 2026

DPRD Jabar Soroti Carut-Marut SPMB 2026, Zaini Shofari Kritik PCMB dan Sistem Pendaftaran Baru

9 Juni 2026

DPRD Jabar Minta Disdik Pastikan Aplikasi SPMB Sekolah Maung Stabil Jelang Penutupan Pendaftaran

8 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Rabu, Juni 10
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»DPRD Jabar Soroti Carut-Marut SPMB 2026, Zaini Shofari Kritik PCMB dan Sistem Pendaftaran Baru
Politik

DPRD Jabar Soroti Carut-Marut SPMB 2026, Zaini Shofari Kritik PCMB dan Sistem Pendaftaran Baru

HafidhBy Hafidh9 Juni 2026Updated:9 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

BANDUNG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat kembali menuai sorotan. Berbagai keluhan masyarakat terkait proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) mendorong Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, turun langsung meninjau kondisi di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul membludaknya aduan dari orang tua siswa yang sejak sehari sebelumnya memadati kantor Disdik Jabar. Beragam persoalan dilaporkan, mulai dari akun yang belum terverifikasi, data pendaftaran yang hilang, kendala teknis aplikasi, hingga kebingungan peserta yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung dan harus mengikuti jalur reguler.

Zaini mengaku melihat langsung tingginya antusiasme masyarakat yang datang untuk menyampaikan pengaduan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak persoalan yang belum terselesaikan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

“Dari pagi hingga siang, ruang pelayanan penuh oleh masyarakat yang mengadukan berbagai kendala terkait penerimaan murid baru. Ini menjadi indikasi bahwa masih ada banyak hal yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap peserta menghadapi persoalan yang berbeda-beda. Bahkan, terdapat perbedaan kebijakan antar sekolah dalam menangani proses verifikasi dokumen sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan orang tua.

Selain itu, sejumlah peserta dari PKBM dan pondok pesantren juga dilaporkan mengalami kendala teknis berupa hilangnya data setelah proses login sehingga tidak dapat melanjutkan pendaftaran.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah sistem penilaian atau scoring dalam proses seleksi. Sejumlah orang tua mempertanyakan nilai yang diperoleh anak mereka karena dianggap tidak sesuai dengan dokumen prestasi yang telah diunggah ke sistem.

Menurut Zaini, banyak peserta berharap adanya kesempatan perbaikan data, terutama bagi mereka yang belum memahami mekanisme unggah dokumen sejak awal pendaftaran, termasuk sertifikat prestasi tingkat regional maupun nasional.

Komisi V DPRD Jawa Barat juga menyoroti penggunaan istilah Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang dinilai menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Banyak orang tua menganggap tahapan tersebut hanya proses pendataan atau pemetaan sekolah, bukan bagian dari pendaftaran resmi yang menentukan kelanjutan seleksi.

“Ketika menggunakan istilah pemetaan, masyarakat awam menganggap hanya proses pendataan atau pengelompokan. Padahal dalam praktiknya, tahapan ini menjadi pintu masuk utama pendaftaran,” kata Zaini.

Akibat kesalahpahaman tersebut, tidak sedikit peserta yang terlambat memahami konsekuensi dari proses PCMB sehingga mengalami kendala saat melanjutkan tahapan berikutnya.

Lebih lanjut, Zaini menilai akar persoalan bukan hanya terletak pada minimnya sosialisasi, melainkan tidak adanya simulasi penggunaan sistem baru sebelum pendaftaran dibuka. Padahal, menurutnya, simulasi sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada calon pengguna mengenai mekanisme aplikasi.

Ia mencontohkan pelaksanaan sistem penerimaan siswa di Jawa Timur yang terlebih dahulu melakukan simulasi beberapa hari sebelum masa pendaftaran dimulai. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi potensi kesalahan dan kebingungan saat proses pendaftaran berlangsung.

“Jika simulasi dilakukan sejak awal, sebagian besar persoalan yang saat ini muncul seharusnya bisa diminimalisasi. Aplikasi baru membutuhkan adaptasi, baik bagi siswa, orang tua, maupun operator sekolah,” ujarnya.

Zaini juga mengingatkan bahwa persoalan teknis dalam penerimaan peserta didik baru bukan pertama kali terjadi di Jawa Barat. Hampir setiap tahun, gangguan sistem maupun server selalu menjadi keluhan masyarakat saat proses pendaftaran berlangsung.

Karena itu, Komisi V DPRD Jawa Barat berencana memanggil Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk meminta penjelasan sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026.

“Berbagai persoalan yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan penerimaan murid baru ke depan dapat berjalan lebih baik, transparan, dan tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Hafidh
Author: Hafidh

jurnalis

Disdik Jabar DPRD JABAR PCMB Jawa Barat SPMB 2026 Zaini Shofari
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

    jurnalis

    Related Posts

    Asep Suherman Sosialisasikan Pengawasan Anggaran 2026 di Cianjur, Dorong Transparansi dan Partisipasi Masyarakat

    9 Juni 2026

    DPRD Jabar Minta Disdik Pastikan Aplikasi SPMB Sekolah Maung Stabil Jelang Penutupan Pendaftaran

    8 Juni 2026

    DPRD Jabar Tegaskan Syarat Penghasilan Rp10 Juta untuk Sekolah Maung Hoaks, Seleksi Berdasarkan Prestasi

    8 Juni 2026

    DPRD Jabar Dorong Pemanfaatan Dana BTT untuk Atasi Krisis Sampah Kota Bandung

    4 Juni 2026

    DPRD Jabar Minta Pemprov Tindak Lanjuti Temuan BPK, Soroti Pengelolaan Aset dan Dana Pendidikan

    3 Juni 2026

    Zaini Shofari Apresiasi Bonus Rp1 Miliar dari Dedi Mulyadi untuk Persib Bandung

    3 Juni 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Politik

    Asep Suherman Sosialisasikan Pengawasan Anggaran 2026 di Cianjur, Dorong Transparansi dan Partisipasi Masyarakat

    9 Juni 2026

    CIANJUR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Suherman, menggelar sosialisasi mengenai pengawasan penyelenggaraan anggaran…

    DPRD Jabar Soroti Carut-Marut SPMB 2026, Zaini Shofari Kritik PCMB dan Sistem Pendaftaran Baru

    9 Juni 2026

    DPRD Jabar Minta Disdik Pastikan Aplikasi SPMB Sekolah Maung Stabil Jelang Penutupan Pendaftaran

    8 Juni 2026

    DPRD Jabar Tegaskan Syarat Penghasilan Rp10 Juta untuk Sekolah Maung Hoaks, Seleksi Berdasarkan Prestasi

    8 Juni 2026
    Our Picks
    Stay In Touch
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Facebook Instagram TikTok
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman media
    © 2026 subanginfo.id

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.