Subang – Banjir yang sempat melanda wilayah Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, menyebabkan lumpuhnya berbagai aktivitas masyarakat lintas sektor. Dampak banjir tersebut dirasakan hampir seluruh lapisan warga, termasuk kelompok rentan seperti bayi dan balita.
Di tengah situasi darurat banjir, perhatian terhadap kebutuhan bayi dan balita dinilai masih minim dalam penanganan awal. Kondisi ini menggugah kepedulian seorang dermawan sekaligus pengusaha muda asal Kecamatan Pamanukan untuk turun langsung membantu warga terdampak.
Melalui komunitas sosial SaptariTeam, bantuan berupa perlengkapan bayi dan balita disalurkan kepada warga terdampak banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan. Bantuan yang diberikan meliputi popok, minyak telon, makanan serta minuman khusus bayi.
Perwakilan SaptariTeam, Roby, mengatakan bahwa pihaknya menyalurkan ratusan paket bantuan yang difokuskan pada kebutuhan bayi dan balita. Menurutnya, dalam penanganan darurat banjir, kebutuhan kelompok rentan tersebut kerap terabaikan.
“Kami melihat kebutuhan bayi, balita, serta perempuan masih sangat kurang. Karena itu kami berinisiatif membantu dengan menyalurkan perlengkapan bayi dan balita, termasuk pembalut untuk kebutuhan perempuan,” ujar Roby.
Sementara itu, salah satu warga penerima bantuan, Dewi, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian para dermawan yang telah membantu masyarakat terdampak banjir. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini bantuan dari pemerintah masih terbatas pada kebutuhan konsumsi harian.
“Untuk perlengkapan bayi dan balita belum ada bantuan dari pemerintah, sejauh ini hanya bantuan dari warga untuk warga,” kata Dewi.
Dewi berharap ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, khususnya dalam pemulihan pasca banjir, dengan menyalurkan bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya.
