Subanginfo – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap meluncurkan program “Sekolah Maung” pada tahun ajaran 2026. Program yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini bertujuan mencetak generasi berprestasi dari berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.
Dedi menyampaikan, saat ini Pemprov Jabar tengah melakukan tahap identifikasi sekolah yang akan dijadikan bagian dari program tersebut. Sekolah Maung dirancang sebagai wadah bagi siswa berprestasi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga olahraga, seni, dan industri kreatif.
Menurutnya, sistem pembelajaran di Sekolah Maung akan berbasis minat dan bakat siswa. Nantinya, akan dibentuk kelas-kelas khusus seperti kelas olahraga, seni, hingga industri kreatif guna mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal.
Pemprov Jabar memastikan tidak akan membangun sekolah baru untuk program ini. Sebagai gantinya, pemerintah akan mengoptimalkan sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada di setiap daerah, seperti SMAN 3 Bandung dan SMAN 1 Subang.
Sekolah-sekolah tersebut akan diperkuat melalui penambahan fasilitas, peningkatan teknologi pembelajaran, serta seleksi tenaga pendidik yang lebih ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas pendidikan yang lebih unggul.
Terkait penerimaan siswa, proses seleksi akan tetap dilakukan melalui pendaftaran dengan mempertimbangkan prestasi akademik dan non-akademik. Sementara itu, program ini dipastikan tidak memungut biaya alias gratis.
Namun demikian, Pemprov Jabar masih mengkaji kemungkinan adanya kontribusi sukarela dari orang tua dengan kemampuan ekonomi tertentu, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
