Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

14 Tahun Melayani, Klinik Happy Healthy Jadikan Ulang Tahun sebagai Momentum Berbagi

7 November 2026

DPRD Jabar Dorong Dukungan Anggaran untuk 86 Rumah Sakit, RSUD Subang Masuk Skema Perlindungan Kesehatan

6 November 2026

Ceng Malki DPRD Jabar Soroti Penggerebekan Asrama Putri Hamalatul Qur’an, Desak Pemulihan Trauma Santriwati

6 November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Sabtu, November 7
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Pemerintahan»Janji Seragam Gratis Tak Kunjung Terealisasi, Dosen Institut Miftahul Huda Angkat Bicara
Pemerintahan

Janji Seragam Gratis Tak Kunjung Terealisasi, Dosen Institut Miftahul Huda Angkat Bicara

RedaksiBy Redaksi29 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Subang — Program seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP yang menjadi salah satu janji politik Bupati Subang Reynaldi kembali menjadi sorotan masyarakat. Program yang ditujukan untuk mendukung tahun ajaran baru 2025/2026 tersebut hingga akhir Desember belum juga terealisasi, meskipun jadwal pelaksanaannya telah beberapa kali mengalami perubahan.

Pada awalnya, pemerintah daerah menjanjikan pendistribusian seragam gratis sebagai upaya meringankan beban ekonomi orang tua murid. Namun, ketika realisasi belum tercapai pada awal tahun ajaran, tenggat waktu pelaksanaan kemudian diundur hingga akhir November.

Selanjutnya, jadwal kembali bergeser ke pertengahan Desember. Fakta di lapangan menunjukkan, hingga saat ini program tersebut belum sepenuhnya terlaksana.

Keterlambatan yang terjadi berulang kali ini memunculkan pertanyaan serius mengenai konsistensi kebijakan, kesiapan perencanaan, serta akuntabilitas Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam menepati janji politik kepada masyarakat.

Dalam perspektif kebijakan publik, penundaan yang terus berulang dinilai tidak dapat lagi dianggap sekadar kendala teknis. Kondisi tersebut mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan serta tanggung jawab moral dalam pelaksanaan kebijakan.

Dampaknya pun dirasakan langsung oleh masyarakat kecil, khususnya para orang tua siswa yang sejak awal tahun ajaran terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli seragam sekolah anak-anak mereka. Publik menuntut adanya penjelasan yang terbuka dan jujur, bukan hanya perubahan jadwal tanpa kepastian realisasi.

Dosen Institut Miftahul Huda Subang, Adam Hasyim, menilai kegagalan merealisasikan program ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Jika pada tahun pertama kepemimpinan saja janji politik sudah tidak terpenuhi, wajar jika masyarakat mempertanyakan bagaimana realisasi janji-janji politik lainnya ke depan. Ini bukan sekadar soal satu program, tetapi menyangkut kredibilitas dan integritas pemerintahan,” ujarnya. Senin 29/12/205

Selain itu, Adam juga menyoroti peran DPRD Kabupaten Subang sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

“Dalam sistem demokrasi daerah, DPRD seharusnya menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan kritis. Ketika kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat tidak terlaksana, publik berhak bertanya sejauh mana peran pengawasan DPRD dijalankan,” katanya.

Ia menambahkan, keterlambatan distribusi seragam gratis telah menghilangkan substansi manfaat dari kebijakan tersebut. Menurutnya, ketika orang tua siswa sudah terlanjur membeli seragam sejak awal tahun ajaran, maka bantuan yang datang terlambat tidak lagi memberikan dampak yang signifikan.

“Dalam prinsip keadilan publik, pemerintah daerah tidak seharusnya melempar risiko kebijakan kepada rakyat. Kebijakan harus tepat waktu agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkasnya.

Institut Miftahul Huda Subang Pemkab Subang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Redaksi Subang Info

Related Posts

Dedi Mulyadi Petakan Krisis Sampah Jawa Barat, TPA Sarimukti Diprediksi Habis Oktober 2026

27 Agustus 2026

Prabowo Tiba di Kalbar, Pantau Karhutla: 198 Hotspot Terdeteksi dalam 24 Jam

23 Agustus 2026

Prabowo Gagas Lomba Kota Terbersih Berhadiah Rp20 Miliar, Target Sampah Indonesia Tertangani pada 2027

31 Juli 2026

Groundbreaking PSEL Legok Nangka Dimulai, Jawa Barat Siap Ubah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik 40 MW

31 Juli 2026

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan

11 Juli 2026

Pemerintah Tetapkan Harga Minimal Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg Mulai 15 Juli 2026

7 Juli 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Artikel

14 Tahun Melayani, Klinik Happy Healthy Jadikan Ulang Tahun sebagai Momentum Berbagi

7 November 2026

Subang – Memperingati hari ulang tahun ke-14, Klinik Happy Healthy yang lebih dikenal masyarakat sebagai…

DPRD Jabar Dorong Dukungan Anggaran untuk 86 Rumah Sakit, RSUD Subang Masuk Skema Perlindungan Kesehatan

6 November 2026

Ceng Malki DPRD Jabar Soroti Penggerebekan Asrama Putri Hamalatul Qur’an, Desak Pemulihan Trauma Santriwati

6 November 2026

DPRD Jabar Ingatkan Risiko Tunda Bayar Proyek Infrastruktur Usai Pinjaman Rp3,4 Triliun Batal

6 November 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.