Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dobrak Batas Kreativitas, Mahasiswa FIKOM Unsub Sukses Besar Gelar FCM 2026

21 Juni 2026

Pemerintah Kaji Revisi Harga Batu Bara DMO untuk PLN, Pasokan 2026 Masih Berpotensi Defisit

20 Juni 2026

DPRD Jabar Soroti Kerja Sama 751 Sekolah Swasta, Program Subsidi Siswa Rp210 Miliar Dinilai Belum Final

20 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Minggu, Juni 21
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»KPID Jabar dan DPRD Dorong Literasi Digital Anak Lewat Edukasi Storytelling di Sumedang
Politik

KPID Jabar dan DPRD Dorong Literasi Digital Anak Lewat Edukasi Storytelling di Sumedang

HafidhBy Hafidh19 Juni 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

SUMEDANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bersama DPRD Provinsi Jawa Barat menggelar kolaborasi edukasi untuk membentengi anak-anak dari dampak negatif konten digital dan internet. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN Jatihurip, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (18/6), dengan melibatkan siswa serta orang tua.

Edukasi dilakukan melalui metode storytelling bertema perlindungan anak dan perempuan, yang bertujuan mengenalkan pemanfaatan media penyiaran serta pentingnya penggunaan internet secara sehat sejak usia dini.

Ketua KPID Jawa Barat, KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, menegaskan bahwa anak-anak saat ini menghadapi tantangan serius akibat derasnya arus informasi digital. Menurutnya, paparan konten tanpa pengawasan orang tua berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis dan perilaku anak.

Ia menjelaskan bahwa kebebasan akses gawai tanpa kontrol dapat berdampak pada gangguan perkembangan kognitif, yang kemudian memengaruhi sikap dan emosi anak dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut, kata dia, dapat memicu perilaku seperti mudah marah, berkata kasar, hingga melawan orang tua.

Adiyana juga menyebutkan bahwa pendekatan storytelling dipilih karena dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada anak-anak dibandingkan metode ceramah konvensional. Model ini dianggap mampu membuat pesan edukatif lebih mudah dipahami oleh siswa maupun orang tua.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga penyiaran, sekolah, dan orang tua sangat penting untuk menghadapi dampak negatif penggunaan gawai pada anak.

Menurut Ineu, Jawa Barat sebenarnya telah memiliki regulasi terkait perlindungan anak. Namun, perkembangan teknologi digital yang sangat cepat menuntut adanya penguatan aturan yang lebih spesifik, terutama untuk menghadapi ancaman konten berbahaya di dunia maya.

Ia menambahkan bahwa DPRD Jawa Barat bersama pemerintah daerah sebelumnya telah menjalankan program pendidikan demokrasi untuk siswa tingkat SMA. Namun, program edukasi di tingkat SD dan SMP seperti yang dilakukan di SDN Jatihurip dinilai lebih strategis sebagai langkah pencegahan dini dalam membentuk karakter anak.

Ineu juga mengingatkan bahwa tanpa kolaborasi semua pihak, upaya menciptakan generasi emas Indonesia 2045 akan sulit tercapai. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mengawasi ruang digital anak.

Kepala SDN Jatihurip, Yati Sumiati, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi berbasis storytelling sangat membantu guru, siswa, dan orang tua dalam memahami bahaya konten digital negatif. Menurutnya, metode tersebut merupakan pendekatan baru yang efektif dan mudah diterima oleh anak-anak.

Hafidh
Author: Hafidh

jurnalis

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

    jurnalis

    Related Posts

    DPRD Jabar Soroti Kerja Sama 751 Sekolah Swasta, Program Subsidi Siswa Rp210 Miliar Dinilai Belum Final

    20 Juni 2026

    DPRD Jabar Apresiasi Kemajuan Bandung Barat di Usia ke-19, Dorong Pemerataan Infrastruktur dan Kesejahteraan

    20 Juni 2026

    Komisi V DPRD Jawa Barat Konsultasi Evaluasi SPMB 2026 kepada Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa

    18 Juni 2026

    DPRD Jabar: Cirebon Berpeluang Jadi Pusat Perdagangan dan Pertumbuhan Ekonomi Ciayumajakuning

    17 Juni 2026

    DPRD Jabar Dorong Pelestarian Sejarah dan Penguatan Sinergi untuk Kemajuan Cirebon

    16 Juni 2026

    Komisi V DPRD Jabar Respon Positif Usulan Pembentukan Pansus SPMB

    16 Juni 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Hiburan

    Dobrak Batas Kreativitas, Mahasiswa FIKOM Unsub Sukses Besar Gelar FCM 2026

    21 Juni 2026

    SUBANG – Festival kreatif bergengsi FIKOM Creative Movement (FCM) 2026 yang digelar oleh mahasiswa Fakultas…

    Pemerintah Kaji Revisi Harga Batu Bara DMO untuk PLN, Pasokan 2026 Masih Berpotensi Defisit

    20 Juni 2026

    DPRD Jabar Soroti Kerja Sama 751 Sekolah Swasta, Program Subsidi Siswa Rp210 Miliar Dinilai Belum Final

    20 Juni 2026

    DPRD Jabar Apresiasi Kemajuan Bandung Barat di Usia ke-19, Dorong Pemerataan Infrastruktur dan Kesejahteraan

    20 Juni 2026
    Our Picks
    Stay In Touch
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Facebook Instagram TikTok
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman media
    © 2026 subanginfo.id

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.