CIREBON – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menilai Kota Cirebon memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Jawa Barat, khususnya wilayah Ciayumajakuning.
Menurut Ono, sejarah panjang Cirebon sebagai pusat pemerintahan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing daerah di tengah perkembangan ekonomi regional yang terus bergerak maju.
Ia mengatakan, memasuki usia ke-599 tahun, Kota Cirebon perlu kembali mengukuhkan perannya sebagai pusat pelayanan publik, perdagangan, dan aktivitas ekonomi yang mampu memberikan dampak bagi kawasan sekitarnya.
Dengan wilayah yang relatif kecil, yakni terdiri dari lima kecamatan dan 22 kelurahan, Cirebon dinilai memiliki fleksibilitas untuk menghadirkan berbagai inovasi pembangunan. Inovasi tersebut dapat diarahkan untuk menjawab sejumlah tantangan perkotaan, mulai dari pengelolaan sampah hingga pengembangan konsep pertanian perkotaan atau urban farming melalui pemanfaatan lahan pekarangan warga.
Selain itu, Ono menyoroti masih adanya sejumlah pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, seperti upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Meski demikian, ia menilai berbagai indikator makro pembangunan Kota Cirebon menunjukkan capaian yang cukup baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Barat. Indikator pendidikan, kesehatan, daya beli masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi dinilai berada pada tren yang positif.
Ono juga menegaskan bahwa perkembangan Kota Cirebon tidak dapat dipisahkan dari kemajuan daerah penyangga di wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Aktivitas industri dan investasi di kawasan tersebut turut memberikan efek pengganda terhadap sektor perdagangan dan jasa di Kota Cirebon.
Karena itu, penguatan fungsi Kota Cirebon sebagai pusat perdagangan dan jasa diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal, baik di kawasan Ciayumajakuning maupun wilayah Rebana.

