Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Resmi Dikukuhkan, Ade Sukirman Siap Bawa KSM GMBI Pusakajaya Lebih Aktif dan Berkembang

11 Juli 2026

Komisi III DPRD Jabar Evaluasi Kinerja Bank BJB Triwulan I 2026, Bahas Strategi dan Rencana Kerja 2027

11 Juli 2026

Komisi III DPRD Jabar Dorong Penyehatan PT Jasa Sarana, Evaluasi Lini Usaha hingga Optimalisasi Aset

11 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Minggu, Juli 12
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Artikel»Kondisi Indonesia : Krisis Demokrasi dan Ancaman Darurat Militer
Artikel

Kondisi Indonesia : Krisis Demokrasi dan Ancaman Darurat Militer

RedaksiBy Redaksi1 September 2025Updated:1 September 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Oleh : Hafidh Nurhidayat, Lembaga Pers Mahasiswa Islam


Subang Info – Ketika rakyat turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan, yang dibawa bukan sekadar poster dan teriakan, melainkan harapan akan perubahan. Namun, di tengah lautan aspirasi itu, selalu ada pihak-pihak yang berusaha menunggangi momentum. Mereka menyusup dengan provokasi: menyerukan penjarahan, membakar fasilitas umum, bahkan memecah belah solidaritas dengan isu etnis dan agama. 

Akibatnya, perjuangan tulus rakyat seringkali dicap anarkis, padahal yang membuat ricuh bukanlah mereka yang menuntut keadilan, melainkan provokator yang ingin merusak wajah demokrasi.

Situasi ini berbahaya, karena setiap kerusuhan bisa menjadi alasan legitimasi penguasa untuk mengambil langkah ekstrem: menetapkan keadaan darurat atau bahkan darurat militer. Padahal, sejarah bangsa menunjukkan bahwa darurat militer bukanlah solusi, melainkan awal dari pembatasan kebebasan. 

Pada masa lalu, darurat militer diberlakukan dalam peristiwa besar seperti agresi militer Belanda (1947–1948), pemberontakan DI/TII (1950–1956), hingga konflik Aceh (2003). Setiap kali status itu berlaku, konsekuensinya selalu sama: penangkapan tanpa proses hukum, kebebasan pers dan berkumpul dibungkam, militer masuk ke ruang sipil, serta kehidupan ekonomi rakyat lumpuh.

Bayangkan bila kondisi itu kembali terjadi di Indonesia modern. Media akan dibatasi, komunikasi diawasi, dan rakyat hidup dalam ketakutan. Aspirasi rakyat yang seharusnya menjadi inti demokrasi bisa lenyap hanya karena provokasi segelintir orang yang menyalakan api di tengah demonstrasi damai.

Seruan untuk ‘pulang’ bukan bertujuan untuk membungkam atas aksi turun jalan, melainkan kondisi sudah amat jauh dari sekedar menyampaikan aspirasi. Aparat kepolisian mulai melepaskan peluru karet untuk pengkondisian massa. Ini bukan sekedar suara yang harus disampaikan, namun nyawa lebih penting dari itu semua.

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi. Jangan terjebak dalam aksi bodong, ajakan menjarah, atau seruan membakar fasilitas umum. Perlawanan sejati bukanlah dengan merusak, tetapi dengan menjaga kekuatan solidaritas dan memaksa negara bertanggung jawab atas keresahan warganya. Karena bila kita lengah, yang hilang bukan hanya kebebasan, tetapi juga demokrasi itu sendiri.

Redaksi
Author: Redaksi

Redaksi Subang Info

Darurat Militer demokrasi Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Redaksi Subang Info

Related Posts

Resmi Dikukuhkan, Ade Sukirman Siap Bawa KSM GMBI Pusakajaya Lebih Aktif dan Berkembang

11 Juli 2026

Di Balik Konflik AS–Iran, B50 Menjadi Peluang Strategis Indonesia

6 Juli 2026

Subang Gandeng BRIN Susun Strategi Mitigasi Penurunan Tanah dan Banjir Rob di Kawasan Pantura

4 Juli 2026

Dari Silaturahmi Tumbuh Harapan, Warga kampung Astar Dukung Neng Tita Maju di Pilkades Nanggerang

4 Juli 2026

Perkuat Silaturahmi, Haji Tatang Heryani Gelar Doa Bersama Dengan Tokoh Agama Desa Sukasari

4 Juli 2026

Silaturahmi Bersama Keluarga, Haji Tatang Heryani Mantapkan Langkah Menuju Pilkades Sukasari

27 Juni 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Artikel

Resmi Dikukuhkan, Ade Sukirman Siap Bawa KSM GMBI Pusakajaya Lebih Aktif dan Berkembang

11 Juli 2026

Subang – Kepengurusan LSM GMBI KSM Pusakajaya resmi memasuki babak baru. Ade Sukirman ditetapkan sebagai…

Komisi III DPRD Jabar Evaluasi Kinerja Bank BJB Triwulan I 2026, Bahas Strategi dan Rencana Kerja 2027

11 Juli 2026

Komisi III DPRD Jabar Dorong Penyehatan PT Jasa Sarana, Evaluasi Lini Usaha hingga Optimalisasi Aset

11 Juli 2026

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan

11 Juli 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.