DKI Jakarta – Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat menggelar rapat kerja bersama Bank Jabar Banten (Bank BJB) Cabang Rasuna Said, DKI Jakarta, Jumat (10/7/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi kinerja Bank BJB pada Triwulan I Tahun 2026 sekaligus menyusun arah dan rencana kerja perusahaan untuk tahun 2027.
Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, mengatakan rapat kerja tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pengawasan dilakukan untuk memastikan Bank BJB terus meningkatkan kinerja, menjaga tata kelola perusahaan, serta memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan dan perekonomian Jawa Barat.
Menurut Jajang, evaluasi difokuskan pada capaian kinerja perusahaan selama Triwulan I 2026, termasuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program kerja.
“Rapat kerja ini dilakukan untuk meninjau capaian kinerja bank selama Triwulan I Tahun 2026, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program kerja,” ujarnya.
Selain mengevaluasi kinerja, Komisi III DPRD Jawa Barat juga membahas rencana kerja Bank BJB sepanjang 2026 hingga 2027. Pembahasan diarahkan untuk memperkuat sinergi antara DPRD dan Bank BJB dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas layanan perbankan, serta memperkuat tata kelola perusahaan yang profesional dan berkelanjutan.
Jajang menegaskan, DPRD Jawa Barat akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif agar Bank BJB sebagai BUMD kebanggaan Jawa Barat mampu mempertahankan kinerja positif, meningkatkan daya saing, serta memberikan nilai tambah bagi daerah melalui pelayanan yang semakin optimal.
Ia juga berharap Bank BJB terus meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.
“Kami berharap hasil evaluasi ini menjadi bahan perbaikan dan penguatan strategi ke depan sehingga Bank BJB dapat terus tumbuh sebagai lembaga keuangan daerah yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha di Jawa Barat,” pungkasnya.
