Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Pastikan Stadion Wibawa Mukti Siap untuk Porprov XV 2026, Usulan Tambahan Anggaran Dikaji

9 Juli 2026

DPRD Jabar Dukung Sukses PORPROV XV 2026, Siap Evaluasi Anggaran dan Dorong UMKM di Venue

9 Juli 2026

Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah, Siapkan Regulasi Pengelolaan Lingkungan yang Lebih Efektif

9 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Jumat, Juli 10
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Ekonomi»Harga Pangan Nasional: Telur dan Minyak Goreng Masih Tinggi, Beras Premium Ikut Naik 1,36%
Ekonomi

Harga Pangan Nasional: Telur dan Minyak Goreng Masih Tinggi, Beras Premium Ikut Naik 1,36%

Harga pangan Oktober 2025 naik. Telur ayam, beras, dan minyak goreng alami kenaikan di atas harga acuan nasional menurut data Bapanas.
RedaksiBy Redaksi8 Oktober 2025Tidak ada komentar5 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Pedagang pasar tradisional menata telur ayam dan minyak goreng saat harga pangan naik Oktober 2025 di Indonesia.
Pedagang menata telur ayam di pasar tradisional Subang, Jawa Barat. Harga bahan pangan seperti telur dan minyak goreng naik pada Oktober 2025.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Jakarta – Harga sejumlah komoditas pangan pokok di Indonesia masih menunjukkan tren fluktuatif pada awal Oktober 2025. Berdasarkan laporan Badan Pangan Nasional (Bapanas), beberapa bahan kebutuhan utama seperti telur ayam ras, minyak goreng curah, dan beras premium kini tercatat berada di atas harga acuan penjualan (HAP).

Sebaliknya, komoditas seperti daging ayam ras, daging sapi murni, bawang merah, dan cabai merah justru mengalami penurunan di bawah harga acuan nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan nasional masih menghadapi tantangan, terutama pada sektor bahan pokok dengan permintaan tinggi.


Table of Contents

Toggle
  • Telur Ayam Ras Masih di Atas HAP
  • Minyak Goreng Curah Belum Mengalami Penurunan
  • Beras Premium Naik di Semua Zona Wilayah
  • Beras Medium Mulai Turun di Beberapa Wilayah
  • Harga Beras SPHP Bulog Masih Stabil
  • Bawang Merah dan Bawang Putih Mengalami Penurunan
  • Cabai Merah dan Cabai Rawit Mulai Terkoreksi
  • Gula Konsumsi Masih Lebih Tinggi dari Acuan
  • Pemerintah Pantau Ketat Pergerakan Harga Pangan
        • Author: Redaksi

Telur Ayam Ras Masih di Atas HAP

Harga telur ayam ras menjadi sorotan utama. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas per Rabu (8/10/2025) pukul 07.30 WIB, harga rata-rata nasional telur ayam ras mencapai Rp30.407 per kilogram, atau 1,36% lebih tinggi dari HAP nasional sebesar Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan ini disinyalir akibat biaya pakan yang meningkat serta tingginya permintaan menjelang akhir tahun. Di sejumlah daerah, terutama wilayah Jawa Barat dan Sumatra, harga telur bahkan tembus di atas Rp31.000 per kilogram.

Pedagang di pasar tradisional menyebutkan, pasokan telur dari peternak masih belum sepenuhnya stabil. Selain itu, lonjakan harga pakan ayam dan distribusi logistik yang belum lancar turut berpengaruh pada harga jual di tingkat konsumen.


Minyak Goreng Curah Belum Mengalami Penurunan

Selain telur, harga minyak goreng curah juga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Secara nasional, harga rata-rata berada di angka Rp17.467 per liter, atau lebih tinggi 11,25% dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah untuk merek Minyakita, yakni Rp15.700 per liter.

Kondisi ini membuat banyak masyarakat masih mengeluhkan harga minyak goreng yang sulit turun ke tingkat normal. Menurut sejumlah analis, kenaikan harga minyak disebabkan oleh fluktuasi harga crude palm oil (CPO) di pasar global dan biaya transportasi dalam negeri yang meningkat.

Pemerintah melalui Bapanas dan Kementerian Perdagangan disebut terus berupaya menekan harga dengan memperkuat pasokan dari produsen serta menambah operasi pasar.


Beras Premium Naik di Semua Zona Wilayah

Tren kenaikan harga juga terjadi pada beras premium. Berdasarkan data Bapanas, harga rata-rata beras premium nasional kini mencapai Rp16.149 per kilogram, naik 8,38% dari HET nasional yang dipatok sebesar Rp14.900 per kilogram.

Kenaikan ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan merata di seluruh zona:

  • Zona 1: Rp15.607 per kilogram
  • Zona 2: Rp16.631 per kilogram
  • Zona 3: Rp17.900 per kilogram

Sebagai perbandingan, HET beras premium di masing-masing zona adalah Rp14.900, Rp15.400, dan Rp15.800 per kilogram. Artinya, seluruh zona kini mencatat harga yang lebih tinggi dari batas acuan pemerintah.

Analis pangan menilai, kenaikan harga beras dipicu oleh penurunan produksi akibat musim kering, serta kenaikan ongkos distribusi. Selain itu, sebagian daerah masih bergantung pada stok impor dan cadangan Bulog, yang menyebabkan harga sulit terkendali.


Beras Medium Mulai Turun di Beberapa Wilayah

Berbeda dengan beras premium, beras medium mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan harga di sejumlah daerah. Namun, secara nasional, harga rata-rata beras medium justru naik tipis menjadi Rp13.895 per kilogram, atau sekitar 2,93% lebih tinggi dari HET nasional sebesar Rp12.500 per kilogram.

Adapun rincian harga rata-rata per zona adalah:

  • Zona 1: Rp13.742 per kilogram
  • Zona 2: Rp13.577 per kilogram
  • Zona 3: Rp15.850 per kilogram

Bapanas berharap program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digulirkan melalui Beras Bulog dapat membantu menekan kenaikan harga di tingkat konsumen.


Harga Beras SPHP Bulog Masih Stabil

Untuk jenis beras SPHP atau beras dari Bulog, kenaikan harga terpantau sangat tipis, hanya 0,26% dari HET nasional. Harga rata-rata di tingkat konsumen saat ini mencapai Rp12.533 per kilogram, sedikit di atas HET Rp12.500 per kilogram.

Meski begitu, jika dilihat per zona, harga beras SPHP masih di bawah acuan nasional:

  • Zona 1: Rp12.295 per kilogram
  • Zona 2: Rp12.868 per kilogram
  • Zona 3: Rp13.375 per kilogram

Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi pemerintah melalui distribusi beras SPHP masih efektif dalam menjaga stabilitas harga di pasar.


Bawang Merah dan Bawang Putih Mengalami Penurunan

Sementara itu, harga bawang merah justru mengalami penurunan. Berdasarkan data Bapanas, harga rata-rata nasional bawang merah kini sebesar Rp38.483 per kilogram, atau turun 7,27% dari HAP nasional yang ditetapkan sebesar Rp36.500 per kilogram.

Penurunan ini disebabkan oleh melimpahnya hasil panen di sejumlah daerah sentra produksi, seperti Brebes dan Nganjuk.

Tak hanya itu, bawang putih bonggol juga turun 3,59% menjadi Rp38.563 per kilogram, dari HAP nasional yang berkisar antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Dengan turunnya dua komoditas ini, diharapkan harga bumbu dapur dapat kembali stabil di pasaran menjelang akhir tahun.


Cabai Merah dan Cabai Rawit Mulai Terkoreksi

Harga cabai rawit merah juga mengalami penurunan cukup tajam. Secara nasional, harganya kini berada di kisaran Rp47.045 per kilogram, atau turun 17,46% dari HAP nasional yang berkisar Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting mencatat harga rata-rata Rp54.955 per kilogram, turun 0,08% dari HAP nasional Rp37.000–Rp55.000 per kilogram.

Penurunan harga cabai ini terjadi karena pasokan dari daerah penghasil seperti Garut, Temanggung, dan Enrekang meningkat seiring membaiknya kondisi cuaca.


Gula Konsumsi Masih Lebih Tinggi dari Acuan

Untuk gula konsumsi, harga rata-rata nasional masih berada di atas acuan. Bapanas mencatat, harga gula konsumsi kini mencapai Rp18.477 per kilogram, atau lebih tinggi 5,58% dibandingkan HAP nasional Rp17.500 per kilogram.

Faktor yang memengaruhi kenaikan ini antara lain produksi tebu yang menurun, biaya logistik yang meningkat, serta harga gula mentah (raw sugar) dunia yang belum stabil.


Pemerintah Pantau Ketat Pergerakan Harga Pangan

Badan Pangan Nasional menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga harian, terutama menjelang akhir tahun di mana permintaan biasanya meningkat. Langkah-langkah strategis seperti operasi pasar murah, penambahan stok cadangan pangan pemerintah (CPP), serta kerja sama dengan produsen besar tengah digencarkan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok.

Bapanas juga berkomitmen memastikan bahwa harga di tingkat petani tetap menguntungkan, tanpa membebani konsumen. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan stabilitas harga pangan nasional yang berkelanjutan.

Data terbaru Bapanas per Oktober 2025 menunjukkan bahwa harga pangan nasional masih berfluktuasi. Komoditas seperti telur ayam ras, minyak goreng curah, beras premium, dan gula konsumsi masih tercatat naik di atas harga acuan. Sebaliknya, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah justru menunjukkan penurunan.

Pemerintah diharapkan terus memperkuat distribusi pangan dan intervensi pasar agar harga bahan pokok tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Redaksi
Author: Redaksi

Redaksi Subang Info

Harga Pangan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Redaksi Subang Info

Related Posts

Pusat Jajanan UMKM Pamanukan Tawarkan Konsep Modern dan Menu Berkualitas

10 Januari 2026

Culinary Feast Jadi Daya Tarik Malam Tahun Baru di Fave Hotel Pamanukan

1 Januari 2026

Pamanukan Culinary di Fave Hotel Diserbu Pengunjung dari Berbagai Daerah

31 Desember 2025

Menkeu Ungkap Rp 4,5 Triliun Anggaran Dikembalikan, Prabowo Soroti Kinerja Kementerian Lamban

16 Desember 2025

Kisah Dakey House: Dari Modal Awal Rp100 Ribu, Ibu Rumah Tangga Subang Ubah Sampah Kelapa Jadi Produk Eco-Friendly

9 Desember 2025

Kerajinan Serat Daun Nanas Potensi Identitas Subang: Ketua Dekranasda Ega Anjani Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dan Raih Hak Paten

22 November 2025
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Pastikan Stadion Wibawa Mukti Siap untuk Porprov XV 2026, Usulan Tambahan Anggaran Dikaji

9 Juli 2026

Kabupaten Bekasi – Komisi V DPRD Jawa Barat meninjau kesiapan Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi,…

DPRD Jabar Dukung Sukses PORPROV XV 2026, Siap Evaluasi Anggaran dan Dorong UMKM di Venue

9 Juli 2026

Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah, Siapkan Regulasi Pengelolaan Lingkungan yang Lebih Efektif

9 Juli 2026

Anggota DPRD Jabar Soroti Perubahan Nilai SPMB 2026 dan Sistem Desil Bansos

7 Juli 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.