Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Resmi Dikukuhkan, Ade Sukirman Siap Bawa KSM GMBI Pusakajaya Lebih Aktif dan Berkembang

11 Juli 2026

Komisi III DPRD Jabar Evaluasi Kinerja Bank BJB Triwulan I 2026, Bahas Strategi dan Rencana Kerja 2027

11 Juli 2026

Komisi III DPRD Jabar Dorong Penyehatan PT Jasa Sarana, Evaluasi Lini Usaha hingga Optimalisasi Aset

11 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Senin, Juli 13
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Nasional»Tragedi Bullying di Grobogan: Kronologi Lengkap Kematian Siswa SMP Negeri 1 Geyer
Nasional

Tragedi Bullying di Grobogan: Kronologi Lengkap Kematian Siswa SMP Negeri 1 Geyer

RedaksiBy Redaksi14 Oktober 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Subang Info – Kasus meninggalnya siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menggemparkan publik dan menjadi perhatian nasional. Korban bernama Angga Bagus Perwira (12) diduga menjadi korban bullying dan penganiayaan yang dilakukan oleh teman-temannya sendiri di ruang kelas, pada Sabtu (11/10/2025).
Hasil otopsi menunjukkan adanya penggumpalan darah di kepala, mengindikasikan kekerasan fisik yang parah. Polres Grobogan kini tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus yang menyoroti lemahnya pengawasan di lingkungan sekolah.


Kronologi Lengkap Kasus Bullying Siswa SMP di Grobogan

1. Awal Perkelahian di Dalam Kelas
Peristiwa bermula ketika jam pelajaran baru dimulai dan guru belum hadir di ruang kelas VII G. Berdasarkan kesaksian salah satu teman sekelas, APR (12), korban sempat dihina dan diejek oleh beberapa teman, hingga berujung perkelahian.
Angga yang tidak terima dengan ejekan tersebut kemudian dipukuli oleh sejumlah siswa di bagian kepala. Perkelahian berlangsung tanpa pengawasan guru dan berhenti setelah korban terlihat lemas. Namun insiden ini menjadi awal dari tragedi yang berujung maut.


2. Perundungan Berlanjut dan Duel Kedua
Sekitar pukul 11.00 WIB, situasi semakin memburuk. Angga kembali dikerubungi oleh sekelompok teman sekelasnyayang memaksanya untuk berkelahi lagi, kali ini dengan siswa lain berinisial AD (12).
Menurut kesaksian APR, teman-temannya menantang Angga dengan ucapan, “Kamu beraninya sama siapa?” hingga perkelahian kedua pun terjadi.
Dalam duel tersebut, Angga kembali menerima pukulan keras di kepala hingga mengalami kejang-kejang dan kehilangan kesadaran.


3. Tak Ada Guru di Dalam Kelas
Yang paling memprihatinkan, dua peristiwa perkelahian tersebut terjadi saat jam pelajaran aktif namun tanpa kehadiran guru di kelas.
Ketiadaan pengawasan ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan besar terhadap kelalaian pihak sekolahdalam menjaga keamanan siswanya.


4. Korban Kejang, Pingsan, dan Meninggal Dunia di Sekolah
Setelah menerima pukulan di kepala, Angga mengalami kejang di dalam kelas. Teman-temannya berusaha membawanya ke ruang UKS, namun nyawanya tidak tertolong.
“Kami dapat kabar Angga meninggal di sekolah. Katanya sempat dikeroyok teman-temannya,” ujar Suwarlan (45), paman korban.
Sekitar pukul 11.00 WIB, pihak sekolah menyatakan Angga meninggal dunia sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.


5. Hasil Otopsi: Penggumpalan Darah di Kepala
Jenazah Angga langsung dibawa ke RSUD dr R. Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi, untuk dilakukan otopsi oleh tim Biddokkes Polda Jateng.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penggumpalan darah di bagian kepala, kuat dugaan akibat benturan keras saat dianiaya.
“Dari hasil otopsi memang ada luka dalam di kepala. Itu yang diduga menjadi penyebab meninggalnya,” ungkap Suwarlan di rumah duka, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer.


6. Jenazah Dimakamkan di Desa Ledokdawan
Usai proses otopsi, jenazah Angga dipulangkan ke rumah keluarganya pada malam hari.
Keesokan paginya, Minggu (12/10/2025), korban dimakamkan di pemakaman umum Desa Ledokdawan, tak jauh dari rumahnya.
Pihak keluarga menunggu kedatangan orang tua Angga yang bekerja di luar kota sebelum prosesi pemakaman dilakukan.


7. Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan dan Kelalaian Sekolah
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, menyebut pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari teman-teman sekelas, guru, hingga staf sekolah.


“Masih dalam proses pemeriksaan. Saksi yang diperiksa cukup banyak,” ujarnya.
Polisi kini fokus mendalami unsur penganiayaan dan kelalaian pengawasan oleh pihak sekolah, termasuk kemungkinan adanya pembiaran terhadap perilaku perundungan di lingkungan SMP Negeri 1 Geyer.


Kasus meninggalnya Angga Bagus Perwira menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan tentang pentingnya pengawasan, penanaman karakter, dan pencegahan perundungan di sekolah.
Tragedi ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menuntut evaluasi besar terhadap sistem keamanan dan pengawasan di sekolah-sekolah di Indonesia.

Redaksi
Author: Redaksi

Redaksi Subang Info

Grobogan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Redaksi Subang Info

Related Posts

Dugaan Korupsi Program MBG Bertambah, Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI sebagai Tersangka

4 Juli 2026

Bahlil Pastikan Tak Ada Rencana Pemadaman Listrik, Pasokan Nasional Disebut Aman

18 Juni 2026

Demo Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi di Cikini Dibubarkan Polisi

11 Juni 2026

Atlet Muaythai Asal Subang Adisty Gracelia Lolaroh Raih Perunggu SEA Games 2025, Kini Jadi Prajurit TNI

21 April 2026

Tim DVI Polda Jabar Identifikasi 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu Bandung Barat

6 Februari 2026

Pakar Unpad Ungkap Penyebab Longsor Berulang di Jawa Barat, Lereng Curam dan Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman

27 Januari 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Artikel

Resmi Dikukuhkan, Ade Sukirman Siap Bawa KSM GMBI Pusakajaya Lebih Aktif dan Berkembang

11 Juli 2026

Subang – Kepengurusan LSM GMBI KSM Pusakajaya resmi memasuki babak baru. Ade Sukirman ditetapkan sebagai…

Komisi III DPRD Jabar Evaluasi Kinerja Bank BJB Triwulan I 2026, Bahas Strategi dan Rencana Kerja 2027

11 Juli 2026

Komisi III DPRD Jabar Dorong Penyehatan PT Jasa Sarana, Evaluasi Lini Usaha hingga Optimalisasi Aset

11 Juli 2026

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan

11 Juli 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.