Bandung – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Jawa Barat resmi mengumumkan pemotongan gaji seluruh anggotanya sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden PKS, Dr. H. Almuzzammil Yusuf, yang menginstruksikan seluruh struktur partai dan pejabat publik PKS di berbagai tingkatan untuk mengambil peran aktif membantu para korban bencana.
Seperti diketahui, bencana berupa banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi tersebut menimbulkan dampak yang sangat besar. Berdasarkan laporan terbaru dari sejumlah lembaga resmi, jumlah korban meninggal dunia diperkirakan mencapai sekitar 800 orang, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.
Lebih dari 3,1 juta warga terdampak langsung akibat bencana tersebut, dengan ratusan ribu di antaranya terpaksa mengungsi karena rumah dan infrastruktur tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat. Selain itu, banyak akses jalan dan jembatan terputus sehingga proses evakuasi dan distribusi bantuan mengalami kendala serius.
Berbagai tim SAR nasional dan daerah telah diterjunkan untuk melakukan pencarian korban dan membantu masyarakat terdampak. Sementara itu, instansi kesehatan mengingatkan adanya potensi munculnya berbagai penyakit pasca-banjir, seperti infeksi kulit, diare, dan gangguan pernapasan akibat kerusakan sanitasi serta minimnya ketersediaan air bersih.
Para ahli juga menilai bahwa parahnya dampak bencana tidak terlepas dari kerusakan hutan dan degradasi lingkungan di wilayah hulu yang memperbesar risiko banjir bandang dan longsor.
Dalam situasi tersebut, Fraksi PKS DPRD Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk ikut meringankan beban para korban. Dana hasil pemotongan gaji seluruh anggota fraksi akan segera disalurkan melalui jaringan lembaga kemanusiaan PKS serta relawan di wilayah terdampak.
Bantuan yang diberikan akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak, seperti logistik darurat, makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, obat-obatan, perlengkapan sanitasi, serta penyediaan tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, KH. Tetep Abdulatip, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan sekaligus bentuk kepatuhan terhadap arahan pimpinan pusat partai.
“Kami, Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, dengan sepenuh hati merespons penderitaan saudara-saudari kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan arahan Presiden PKS, seluruh anggota fraksi sepakat memotong sebagian gaji untuk membantu meringankan beban korban bencana,” ujar KH. Tetep.
Ia menambahkan, kondisi di lapangan yang menunjukkan ribuan korban, jutaan warga terdampak, serta terhambatnya akses logistik semakin menegaskan pentingnya bantuan yang cepat dan terkoordinasi.
KH. Tetep juga menekankan bahwa politik tidak boleh jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. “Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat pemulihan masyarakat di daerah bencana. Bagi PKS, kerja-kerja politik harus memberi manfaat bagi rakyat dan hadir terutama pada masa-masa sulit seperti ini,” tegasnya.
Fraksi PKS DPRD Jawa Barat juga mengajak seluruh komponen masyarakat, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama memperkuat aksi solidaritas bagi para korban.
Dengan koordinasi yang baik, sinergi lintas lembaga, serta dukungan masyarakat luas, proses pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan berpihak pada kebutuhan warga yang paling terdampak.

