BANDUNG – Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) bersama Migran Indonesia Asisten (MIA) menggelar sosialisasi peluang kerja ke luar negeri bagi siswa SMK se-Wilayah III Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Bekasi dan diikuti oleh perwakilan sekolah menengah kejuruan dari berbagai daerah.
Anggota DPRD Jawa Barat, Syahrir, menilai sosialisasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi digital serta kesiapan pelajar SMK dalam menghadapi persaingan global. Menurutnya, kegiatan ini membuka peluang besar bagi generasi muda, khususnya Generasi Z di Jawa Barat, yang selama ini dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri.
“Sosialisasi ini menjadi kesempatan emas bagi Gen Z untuk melihat peluang kerja ke luar negeri secara lebih aman dan terukur. Ini juga bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran sejak dini bagi pelajar SMK sebagai calon tenaga kerja,” ujar Syahrir dalam keterangan resminya, Selasa (16/12/2025).
Syahrir menekankan pentingnya pembekalan komprehensif bagi calon tenaga kerja migran melalui program MIA Global Academy. Pembekalan tersebut bertujuan agar para pelajar memahami risiko dan tantangan bekerja di luar negeri, sekaligus mengenal solusi digital yang dapat menjadi pendamping terpercaya selama proses migrasi kerja.
Ia berharap, dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), MIA dapat menjadi mitra strategis bagi masyarakat, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan ekosistem migrasi tenaga kerja yang aman, transparan, dan berkelanjutan.
Ke depan, MIA membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, pemerintah daerah, dan institusi terkait di Jawa Barat untuk memperluas program sosialisasi, edukasi digital, serta pemanfaatan aplikasi MIA sebagai sarana pembelajaran dan pendampingan berbasis teknologi.
Sementara itu, Direktur Utama MIA, Veroliyondo Jamal, menegaskan pentingnya program ini bagi masa depan siswa SMK. Ia menjelaskan bahwa MIA merupakan aplikasi berbasis AI yang dirancang sebagai asisten digital bagi Migran Indonesia, mulai dari tahap prapenempatan, masa bekerja, hingga purna penempatan.
“Aplikasi ini hadir sebagai solusi praktis dan adaptif dengan menyediakan informasi yang akurat, cepat, dan mudah diakses bagi calon maupun pekerja migran Indonesia,” jelasnya.
