Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Selasa, September 15
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»Komisi V DPRD Jabar Dorong Sinkronisasi Bantuan Pendidikan, Temukan Ketidaksesuaian Kebutuhan Sekolah
Politik

Komisi V DPRD Jabar Dorong Sinkronisasi Bantuan Pendidikan, Temukan Ketidaksesuaian Kebutuhan Sekolah

HafidhBy Hafidh13 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

BANDUNG – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong adanya sinkronisasi antara kebutuhan riil sekolah dengan bantuan yang dikucurkan pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Dorongan itu muncul setelah Komisi V melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi sejumlah sekolah di Jawa Barat. Hasilnya, masih ditemukan ketidaksesuaian antara kebutuhan yang diajukan sekolah dengan jenis bantuan yang diterima.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki, menyampaikan bahwa dalam beberapa kasus, sekolah justru menerima bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak mereka. Salah satu temuan tersebut terlihat saat kunjungan ke SMKN 2 Banjar, Senin (13/1).

“Sering kali bantuan yang diberikan, baik dari Dinas Pendidikan maupun kementerian, tidak sesuai dengan yang diajukan sekolah,” ujar Aceng.

Ia menilai persoalan tersebut harus segera dibenahi melalui proses sinkronisasi data yang lebih akurat. Menurutnya, validitas dan kelengkapan data kebutuhan sekolah menjadi kunci agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat.

“Datanya harus benar-benar sesuai dan lengkap supaya tidak terjadi kesalahan distribusi bantuan lagi,” jelasnya.

Selain persoalan ketidaksesuaian bantuan, Aceng juga menyoroti tingginya beban operasional sekolah menengah kejuruan (SMK). Ia menyebut kebutuhan praktik di SMK sering kali membutuhkan biaya besar, terutama untuk pengadaan bahan baku praktik di jurusan tertentu.

“Misalnya di jurusan teknik mesin, kebutuhan bahan untuk praktik CNC itu tidak murah,” ungkapnya.

Aceng menilai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan operasional siswa, khususnya untuk kegiatan praktik kejuruan.

Khusus di SMKN 2 Banjar, ia juga mencatat masih adanya tantangan lain seperti keterbatasan ruang kelas dan kekurangan tenaga pendidik. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dan koordinasi lintas pihak.

“Koordinasi antara kepala sekolah, LCD, dan Dinas Pendidikan harus diperkuat agar persoalan-persoalan ini bisa dituntaskan,” katanya.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat dalam rancangan APBD 2026 telah menyiapkan alokasi anggaran yang signifikan untuk sektor pendidikan. Di antaranya hibah BOS untuk sekolah swasta sebesar Rp1,7 triliun, hibah sekolah negeri Rp1,5 triliun, serta pembangunan unit sekolah baru dengan anggaran sekitar Rp234 miliar.

Bantuan Pendidikan Pendidikan Komisi V DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

DPRD Jabar Dorong Sinergi Pendidikan dengan Kemenag, Bantuan Sekolah Madrasah Akan Diperkuat dalam Perda

12 September 2026

DPRD dan Pemprov Jabar Sepakati Penarikan Ranperda Perubahan RPJMD Jabar 2025-2029

12 September 2026

DPRD Jabar Minta Raperda Lingkungan Tak Sekadar Salin Aturan Pusat, Kearifan Lokal Harus Diperkuat

11 September 2026

DPRD Jabar Soroti Dugaan Pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, Minta Diusut Menyeluruh

11 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

BANDUNG –DPRD Jawa Barat akan mulai membahas secara internal usulan peningkatan modal dasar PT Bandarudara…

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026

Faizal Yusuf Jadi Sorotan di Pilkades Rancadaka, Warga Nilai Sosok Peduli dan Siap Mengabdi

14 September 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.