Subanginfo – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar mempersiapkan rencana pembangunan Sekolah Manusia Unggul (Maung) secara matang sebelum direalisasikan pada 2027 mendatang. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia (SDM) hingga pembiayaan menjadi faktor krusial dalam mewujudkan gagasan tersebut.
Iwan menilai, pembangunan Sekolah Maung tidak hanya berkaitan dengan pendirian fisik sekolah, tetapi juga harus disertai kesiapan tenaga pendidik, lahan, fasilitas penunjang, hingga kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Selain aspek teknis, ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dalam kurikulum Sekolah Maung. Menurutnya, generasi muda Jawa Barat tidak cukup hanya unggul secara keterampilan, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat.
Iwan menyebut, gagasan Sekolah Maung merupakan terobosan yang patut didukung. Namun, agar dapat berjalan optimal, perencanaan anggaran harus menjadi perhatian utama, sehingga target pembangunan pada 2027 benar-benar dapat direalisasikan.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, menjelaskan bahwa Sekolah Maung merupakan istilah untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru yang akan dibangun melalui program Unit Sekolah Baru (USB). Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi.
Menurut Yomanius, Sekolah Maung dirancang sebagai SMK dengan penguatan muatan lokal dan keunggulan tertentu guna mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Istilah “Maung” sendiri menjadi identitas bagi SMK-SMK baru yang belum memiliki nama resmi.
Pemilihan nama Sekolah Maung, lanjut Yomanius, mencerminkan komitmen Pemprov Jabar dalam menjadikan pendidikan vokasi sebagai sektor unggulan. Fokus pendidikan akan diarahkan pada bidang-bidang strategis seperti teknologi digital, manufaktur, hingga pertanian.
Dari kebijakan APBD 2026, tercatat terdapat sekitar 50 Unit Sekolah Baru yang terdiri dari SMA, SMK, dan SLB. Untuk jenjang SMK, sekolah-sekolah tersebut akan diorientasikan menjadi Sekolah Maung, meskipun jumlah pastinya masih menunggu penetapan lebih lanjut.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryaman, menyampaikan bahwa secara teknis, konsep Sekolah Maung masih terus dikolaborasikan di tingkat Dinas Pendidikan Jawa Barat. Fokus utama pemerintah, kata dia, adalah mencetak lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini dan di masa mendatang.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Jawa Barat saat ini tengah menyusun rencana teknis terkait sebaran lokasi, jumlah sekolah, serta kapasitas siswa Sekolah Maung. Informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah kajian tersebut rampung.

