Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Selasa, September 15
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»Komisi V DPRD Jabar Pertanyakan Sekolah Maung, Belum Masuk APBD 2026
Politik

Komisi V DPRD Jabar Pertanyakan Sekolah Maung, Belum Masuk APBD 2026

HafidhBy Hafidh15 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

BANDUNG – Komisi V DPRD Jawa Barat mempertanyakan rencana pembangunan Sekolah Maung (Manusia Unggulan) yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pasalnya, hingga saat ini rencana tersebut belum memiliki laporan resmi dan tidak tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat Tahun Anggaran 2026.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, mengungkapkan bahwa pihak legislatif baru mengetahui istilah Sekolah Maung melalui unggahan media sosial pribadi gubernur serta pemberitaan di media massa. Ia menyebut, hingga kini belum ada pembahasan formal terkait konsep maupun perencanaannya di Komisi V.

Zaini menilai pembangunan sekolah baru bukan perkara sederhana. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu panjang, mulai dari pengadaan lahan, perencanaan teknis, hingga pembangunan fisik yang dapat memakan waktu bertahun-tahun. Karena belum terakomodasi dalam APBD 2026, ia menyarankan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih realistis dengan mengoptimalkan sekolah-sekolah yang sudah ada.

Ia menjelaskan, sejumlah SMA di Jawa Barat masih memiliki lahan cukup luas, sekitar satu hingga dua hektare, yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program studi unggulan sesuai visi gubernur. Langkah tersebut dinilai lebih efisien dibanding membangun sekolah baru dari awal.

Menurut Zaini, penguatan sekolah eksisting juga dapat mempercepat eksekusi kebijakan karena tidak terhambat proses birokrasi yang panjang. Meski demikian, ia mengakui adanya pergerakan di tingkat daerah terkait rencana Sekolah Maung. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta disebut tengah menyiapkan hibah lahan seluas sembilan hektare kepada Pemprov Jabar.

Zaini menegaskan, Komisi V DPRD Jawa Barat tetap mengapresiasi visi gubernur dalam menciptakan sekolah unggulan di Jawa Barat. Namun, ia menekankan bahwa efisiensi dan kesiapan anggaran harus menjadi prioritas utama agar kebijakan pendidikan dapat berjalan optimal.

Ia menambahkan, selama ide dan perencanaan pembangunan sekolah unggulan tersebut dapat diselaraskan dengan kemampuan anggaran daerah, maka gagasan tersebut patut untuk dikaji dan dicoba sebagai bagian dari upaya mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik di Jawa Barat.

APBD Jabar 2026 DPRD Jawa Barat Komisi V DPRD Jabar Sekolah Maung Jabar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

DPRD Jabar Dorong Sinergi Pendidikan dengan Kemenag, Bantuan Sekolah Madrasah Akan Diperkuat dalam Perda

12 September 2026

DPRD dan Pemprov Jabar Sepakati Penarikan Ranperda Perubahan RPJMD Jabar 2025-2029

12 September 2026

DPRD Jabar Minta Raperda Lingkungan Tak Sekadar Salin Aturan Pusat, Kearifan Lokal Harus Diperkuat

11 September 2026

DPRD Jabar Soroti Dugaan Pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, Minta Diusut Menyeluruh

11 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

BANDUNG –DPRD Jawa Barat akan mulai membahas secara internal usulan peningkatan modal dasar PT Bandarudara…

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026

Faizal Yusuf Jadi Sorotan di Pilkades Rancadaka, Warga Nilai Sosok Peduli dan Siap Mengabdi

14 September 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.