Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Selasa, September 15
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»DPRD Jabar Desak Beasiswa Anak Miskin Masuk APBD Murni 2026, Tak Tunggu Perubahan Anggaran
Politik

DPRD Jabar Desak Beasiswa Anak Miskin Masuk APBD Murni 2026, Tak Tunggu Perubahan Anggaran

HafidhBy Hafidh3 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Bandung – Komisi V DPRD Jawa Barat meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengamankan anggaran beasiswa bagi anak miskin sejak awal melalui APBD murni 2026, tanpa menunggu pembahasan pada APBD Perubahan. DPRD menilai langkah tersebut penting agar alokasi anggaran tidak tergerus akibat keterbatasan fiskal di tengah tahun anggaran.

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomarius Untung, mengatakan usulan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (2/2/2026) malam.

“Karena itu kami mengusulkan agar terjadi pemulihan kembali. Anggaran beasiswa anak miskin dimasukkan ke APBD murni 2026 melalui mekanisme pergeseran,” ujar Yomarius.

Dalam pembahasan tersebut, DPRD menyoroti tiga poin utama terkait kebijakan beasiswa. Pertama, menyangkut beasiswa bagi anak miskin dari kelompok desil 1 hingga desil 4, baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta.

Untuk sekolah negeri, beasiswa personal diprioritaskan bagi peserta didik dari desil 1 atau kategori miskin ekstrem. Sementara itu, beasiswa operasional di sekolah swasta diarahkan bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga desil 4.

“Untuk desil 1, beasiswa personal diberikan kepada keluarga miskin ekstrem. Sedangkan di sekolah swasta, beasiswa operasional mencakup desil 1 sampai desil 4,” jelas Yomarius.

Berdasarkan data terakhir, alokasi anggaran beasiswa operasional tercatat sekitar Rp150 miliar, sedangkan beasiswa personal bagi keluarga miskin ekstrem sekitar Rp68 miliar. Namun, anggaran tersebut belum tercantum dalam APBD murni 2026.

DPRD pun mendorong agar dana beasiswa tetap dimasukkan ke APBD murni, meskipun pelaksanaannya baru dapat dilakukan pada September atau Oktober 2026, menyesuaikan dengan penetapan data Dapodik oleh Kementerian Pendidikan.

“Kami ingin anggarannya sudah diamankan di APBD murni 2026, meski eksekusinya kemungkinan baru September atau Oktober,” terangnya.

Yomarius menambahkan, rencana Disdik Jabar yang akan mengakomodasi anggaran beasiswa melalui APBD Perubahan dinilai berisiko. Pasalnya, kondisi keuangan daerah pada perubahan anggaran dikhawatirkan tidak mencukupi untuk menutup kebutuhan beasiswa anak miskin.

“Jangan sampai di perubahan anggaran alokasinya terbatas, sehingga berdampak pada tidak terpenuhinya hak beasiswa bagi anak-anak dari keluarga miskin,” ujarnya.

Ia menegaskan, sejak awal Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menetapkan beasiswa anak miskin sebagai program prioritas daerah. Karena itu, DPRD mengusulkan agar anggaran sekitar Rp218 miliar tersebut dipulihkan dan dimasukkan kembali ke APBD murni 2026.

“Dengan begitu, meskipun realisasinya di September–Oktober, anggarannya sudah terakomodasi dan tidak menunggu keputusan baru di APBD Perubahan,” pungkas Yomarius.

APBD Jawa Barat 2026 DPRD Jawa Barat Komisi V DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

DPRD Jabar Dorong Sinergi Pendidikan dengan Kemenag, Bantuan Sekolah Madrasah Akan Diperkuat dalam Perda

12 September 2026

DPRD dan Pemprov Jabar Sepakati Penarikan Ranperda Perubahan RPJMD Jabar 2025-2029

12 September 2026

DPRD Jabar Minta Raperda Lingkungan Tak Sekadar Salin Aturan Pusat, Kearifan Lokal Harus Diperkuat

11 September 2026

DPRD Jabar Soroti Dugaan Pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, Minta Diusut Menyeluruh

11 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

BANDUNG –DPRD Jawa Barat akan mulai membahas secara internal usulan peningkatan modal dasar PT Bandarudara…

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026

Faizal Yusuf Jadi Sorotan di Pilkades Rancadaka, Warga Nilai Sosok Peduli dan Siap Mengabdi

14 September 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.