Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Selasa, September 15
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»DPRD Jabar Soroti Kesiapan Sekolah Maung, Dinilai Terburu-buru dan Belum Matang
Politik

DPRD Jabar Soroti Kesiapan Sekolah Maung, Dinilai Terburu-buru dan Belum Matang

HafidhBy Hafidh3 Juni 2026Updated:3 Juni 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

BANDUNG – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk Sekolah Manusia Unggul (Maung) mulai menuai perhatian dari kalangan legislatif. Program yang digagas sebagai sekolah unggulan baru tersebut dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari konsep, skema pembiayaan, hingga arah pembinaan peserta didik setelah lulus.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, menilai implementasi Sekolah Maung terkesan dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, pembahasan program tersebut masih minim, sementara pemerintah telah menyiapkan puluhan sekolah negeri sebagai lokasi pengembangannya.

Zaini mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak aspek yang perlu dikaji secara komprehensif sebelum program dijalankan secara luas. Ia mencontohkan program pendidikan berbasis kedisiplinan dan militer yang pernah dilaksanakan sebelumnya namun belum diketahui secara jelas hasil serta dampak jangka panjangnya.

“Program pendidikan sebelumnya menghabiskan anggaran yang cukup besar, namun evaluasi terhadap keberlanjutan dan perkembangan alumninya belum terlihat secara jelas. Hal seperti ini seharusnya menjadi bahan pembelajaran sebelum meluncurkan program baru,” ujar Zaini, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, konsep Sekolah Maung saat ini masih berada pada tahap pembahasan awal dan belum memiliki kajian yang matang. Program tersebut bahkan disebut mengadopsi konsep Sekolah Garuda, namun memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda.

Meski demikian, Zaini menegaskan bahwa mayoritas anggota Komisi V DPRD Jawa Barat tidak menolak gagasan menghadirkan sekolah unggulan. Namun, pelaksanaannya dinilai perlu dilakukan secara bertahap melalui proyek percontohan atau pilot project agar dapat dievaluasi secara menyeluruh sebelum diperluas ke daerah lain.

“Jika memang ingin dilaksanakan, sebaiknya dimulai dalam skala kecil terlebih dahulu, misalnya satu atau dua sekolah sebagai pilot project. Dari situ bisa dilihat efektivitas program sebelum diterapkan lebih luas,” katanya.

Selain persoalan konsep, DPRD juga menyoroti belum adanya pembahasan rinci terkait kebutuhan anggaran dan mekanisme pembiayaan program tersebut. Menurut Zaini, aspek regulasi dan landasan hukum juga perlu dipersiapkan secara matang agar pelaksanaan program tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan kajian yang lebih mendalam serta melibatkan berbagai pihak sebelum mengambil keputusan final terkait implementasi Sekolah Maung.

“Program pendidikan harus dirancang secara matang karena menyangkut masa depan generasi muda. Jangan sampai kebijakan yang baik secara gagasan justru menghadapi kendala saat diterapkan di lapangan,” pungkasnya.

DPRD JABAR Komisi V DPRD Jabar Sekolah Manusia Unggul Sekolah Maung Zaini Shofari
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

DPRD Jabar Dorong Sinergi Pendidikan dengan Kemenag, Bantuan Sekolah Madrasah Akan Diperkuat dalam Perda

12 September 2026

DPRD dan Pemprov Jabar Sepakati Penarikan Ranperda Perubahan RPJMD Jabar 2025-2029

12 September 2026

DPRD Jabar Minta Raperda Lingkungan Tak Sekadar Salin Aturan Pusat, Kearifan Lokal Harus Diperkuat

11 September 2026

DPRD Jabar Soroti Dugaan Pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, Minta Diusut Menyeluruh

11 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

BANDUNG –DPRD Jawa Barat akan mulai membahas secara internal usulan peningkatan modal dasar PT Bandarudara…

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026

Faizal Yusuf Jadi Sorotan di Pilkades Rancadaka, Warga Nilai Sosok Peduli dan Siap Mengabdi

14 September 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.