Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus XV DPRD Jabar Matangkan Ranperda Lingkungan Hidup, Soroti Alih Fungsi Lahan dan Pencemaran DAS di Bogor

31 Juli 2026

Fraksi PDIP DPRD Jabar Desak Evaluasi Total SPMB 2026, Soroti Sembilan Persoalan Krusial

31 Juli 2026

Pansus XV DPRD Jabar Dorong Penguatan Pengawasan Pencemaran DAS Cilamaya dan Evaluasi Pengelolaan Limbah Industri

31 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Jumat, Juli 31
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Politik»Fraksi PDIP DPRD Jabar Desak Evaluasi Total SPMB 2026, Soroti Sembilan Persoalan Krusial
Politik

Fraksi PDIP DPRD Jabar Desak Evaluasi Total SPMB 2026, Soroti Sembilan Persoalan Krusial

HafidhBy Hafidh31 Juli 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Bandung – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Jawa Barat mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Desakan tersebut muncul setelah berbagai persoalan dalam proses penerimaan peserta didik memicu keresahan di tengah masyarakat.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, mengatakan evaluasi komprehensif diperlukan agar pelaksanaan SPMB berlangsung secara transparan, adil, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Menjelang pelaksanaan SPMB Tahap II, evaluasi menyeluruh sangat penting agar proses penerimaan peserta didik berjalan dengan transparan, adil, dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujar Ineu dalam keterangan pers di Kota Bandung, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, sejumlah persoalan mewarnai pelaksanaan SPMB tahun ini, mulai dari gangguan sistem pendaftaran, perubahan nilai peserta, polemik jalur zonasi, hingga minimnya sosialisasi berbagai kebijakan baru, termasuk Program Sekolah Maung. Kondisi tersebut bahkan mendorong Gubernur Jawa Barat turun tangan secara langsung.

Dalam pernyataan resminya, Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat menyampaikan sembilan poin yang menjadi perhatian sekaligus meminta penjelasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Poin pertama berkaitan dengan perlunya evaluasi tahunan terhadap sistem Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) dan SPMB, termasuk kesiapan anggaran pendukung program.

Kedua, Fraksi PDIP menyoroti minimnya sosialisasi mengenai mekanisme SPMB dan PCMB yang dinilai menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Ketiga, Program Sekolah Maung dinilai belum disosialisasikan secara utuh, termasuk dasar penetapan kriterianya, sehingga memunculkan persepsi diskriminatif dan dianggap menyerupai konsep sekolah unggulan yang sebelumnya telah dihapus.

Keempat, fraksi menyoroti berbagai persoalan teknis pada sistem, seperti gangguan aplikasi, kesulitan verifikasi akun, hilangnya data peserta, perubahan peringkat seleksi, hingga perubahan nilai akibat formula yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Kelima, PDIP menyoroti polemik jalur zonasi setelah ditemukan kasus calon siswa yang tinggal dekat sekolah justru tidak diterima, sementara peserta dengan jarak lebih jauh lolos seleksi.

Selanjutnya, fraksi meminta kejelasan mengenai penambahan daya tampung sekolah negeri, termasuk dasar penentuan kuota tambahan serta mekanisme pelaksanaannya.

Fraksi PDIP juga mempertanyakan pelaksanaan Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), khususnya terkait kepastian pembiayaan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Selain itu, fraksi meminta penjelasan mengenai dasar kerja sama dengan sekolah swasta, mekanisme penganggaran, sumber pendanaan, hingga bentuk pertanggungjawaban program tersebut.

Poin terakhir menekankan pentingnya dasar hukum yang jelas dalam kerja sama pemerintah dengan sekolah, termasuk terkait pemberian beasiswa, penambahan daya tampung, revitalisasi sarana prasarana, serta pelaksanaan pendidikan gratis.

Fraksi PDIP menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan SPMB 2026 agar seluruh kebijakan pendidikan di Jawa Barat berjalan sesuai prinsip transparansi, keadilan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak memperoleh pendidikan yang layak.

DPRD Jawa Barat Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari SPMB 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

jurnalis

Related Posts

Pansus XV DPRD Jabar Matangkan Ranperda Lingkungan Hidup, Soroti Alih Fungsi Lahan dan Pencemaran DAS di Bogor

31 Juli 2026

Pansus XV DPRD Jabar Dorong Penguatan Pengawasan Pencemaran DAS Cilamaya dan Evaluasi Pengelolaan Limbah Industri

31 Juli 2026

Komisi V DPRD Jabar Dorong Penguatan Sarana dan Pemetaan Kebutuhan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung

31 Juli 2026

Komisi II DPRD Jabar Dorong Modernisasi Laboratorium dan Penguatan UPTD Sertifikasi Mutu Barang Agro

31 Juli 2026

Pansus XV DPRD Jabar Serap Masukan Kementerian untuk Sempurnakan Ranperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

31 Juli 2026

Komisi III DPRD Jabar Nilai PT BPR Cirebon Jabar Prospektif, Dorong Penguatan Modal untuk Tingkatkan PAD

31 Juli 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

Pansus XV DPRD Jabar Matangkan Ranperda Lingkungan Hidup, Soroti Alih Fungsi Lahan dan Pencemaran DAS di Bogor

31 Juli 2026

Kabupaten Bogor – Panitia Khusus (Pansus) XV DPRD Provinsi Jawa Barat terus mematangkan penyusunan Peraturan…

Fraksi PDIP DPRD Jabar Desak Evaluasi Total SPMB 2026, Soroti Sembilan Persoalan Krusial

31 Juli 2026

Pansus XV DPRD Jabar Dorong Penguatan Pengawasan Pencemaran DAS Cilamaya dan Evaluasi Pengelolaan Limbah Industri

31 Juli 2026

Prabowo Gagas Lomba Kota Terbersih Berhadiah Rp20 Miliar, Target Sampah Indonesia Tertangani pada 2027

31 Juli 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.