Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Dukung Reaktivasi Bandara Husein, Minta Operasional BIJB Kertajati Tetap Optimal

5 Juli 2026

Fraksi DPRD Jabar Sampaikan Pandangan Umum Ranperda P2APBD 2025, Jawaban Gubernur Dijadwalkan 7 Juli

5 Juli 2026

Ono Surono Minta Pemprov Jabar Perkuat Koordinasi APBD, Soroti Potensi Defisit Rp5,7 Triliun

5 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Minggu, Juli 5
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Opini»Gemuruh Gelombang Aksi di Solo dan Nasional, Antara Aksi Damai dan Krisis Kepercayaan
Opini

Gemuruh Gelombang Aksi di Solo dan Nasional, Antara Aksi Damai dan Krisis Kepercayaan

HafidhBy Hafidh2 September 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link


Oleh: Hamid Muhammad (Wakil sekretaris eksternal HMI Cabang Sukoharjo)

Gelombang Protes yang Melanda Solo dan Nasional kembali bergolak. Gelombang demonstrasi yang mengguncang sejumlah kota kini sampai ke Solo. Mulai dari Solo Raya Menggugat hingga kericuhan di markas Brimob dan DPRD Solo terbakar. Aksi mahasiswa, masyarakat sipil, hingga reaksi aparat kini menjadi sorotan serius menjadi sebuah tanda ketegangan yang belum mereda.

Pada 29 Agustus 2025, demonstrasi di Solo berubah ricuh. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) kembali ke markas Brimob, berujung pagar dirusak, water barrier dibakar, dan eskalasi kekerasan meningkat. Gedung DPRD Solo terbakar dini hari. tirto.id dan Radar Solo

Pemerintah kota Surakarta menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari mulai 30 Agustus hingga 5 September 2025, sebagai langkah antisipasi.

Pada 1 September 2025, aksi mahasiswa kembali digelar, dengan tajuk “Solo Raya Menggugat”, berlangsung damai di DPRD Surakarta. Tuntutan mencakup : pembebasan massa aksi, tanggung jawab Presiden atas pelanggaran HAM, evaluasi represivitas aparatur, hingga penolakan sejumlah RUU yang mengancam demokrasi. tirto.id

Pada 31 Agustus 2025, puluhan remaja yang diduga terlibat kericuhan kepada orang tua di Mapolresta Solo sebagai momen haru penuh refleksi, mencerminkan kompleksitas pemberontakan generasi muda.

Solo sebagai Cerminan Kondisi Nasional dengan latar belakang demonstrasi nasional seperti tewasnya pengemudi ojol karena ditabrak rantis Brimob, tuntutan pemotongan fasilitas elit DPR, serta tuntutan politik substansial sama-sama menggema di Solo.

Pemerintah di bawah Presiden Prabowo merespons dengan meniadakan kunjungan luar negeri DPR, memotong fasilitas elite, dan menindak aparat berlebihan. tirto.id

Demonstrasi di Solo membuat tuntutan lebih lokal dan simbolik: “Solo Raya tidak akan diam,” “Indonesia Menggugat,” serta aksen teatrikal dan budaya lokal sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan represif dan abai. tirto.id

Fragmentasi & Desentralisasi Aksi Solo menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa kini tak hanya monolitik Jakarta, tetapi terdesentralisasi dengan nuansa lokal yang kuat. Ketidakpercayaan terhadap Aparat & Pemerintah menimbulkan Kericuhan dan pembakaran simbol-simbol pemerintahan mencerminkan hilangnya kepercayaan;
Respons Pemerintah Bersifat Simbolik, Belum Substansial.

Status tanggap darurat dan pemotongan fasilitas belum mencakup reformasi institusional masih bertahan di ranah simbol dan kontrol sosial. Peran Generasi Muda sebagai Agen Demokrasi Aksi damai dengan setting lokal dan tuntutan HAM menjadi manifestasi krusial, mempertegas bahwa mahasiswa tetap pilar kritik sosial.

Kini Solo menjadi cermin nasional seperti gejolak sosial, fragmentasi tuntutan, dan potensi reformasi yang kini tengah diuji. Jika pemerintah hanya merespons dengan simbol kosmetik, masyarakat akan terus menyuarakan perubahan lebih radikal. Pemerintah harus mendengarkan bukan hanya meredam dalam kekuasaan, tetapi membuka ruang dialog nyata, reformasi struktural, dan respons berbasis hak asasi.

Hafidh
Author: Hafidh

jurnalis

Aksi damai Krisis kepercayaan Solo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hafidh

    jurnalis

    Related Posts

    Dugaan Korupsi Program MBG Bertambah, Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI sebagai Tersangka

    4 Juli 2026

    Bahlil Pastikan Tak Ada Rencana Pemadaman Listrik, Pasokan Nasional Disebut Aman

    18 Juni 2026

    Demo Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi di Cikini Dibubarkan Polisi

    11 Juni 2026

    Atlet Muaythai Asal Subang Adisty Gracelia Lolaroh Raih Perunggu SEA Games 2025, Kini Jadi Prajurit TNI

    21 April 2026

    Dari Jalanan ke Jeritan: Mahasiswa dan Masyarakat, Perlawanan untuk Ende

    11 April 2026

    Tim DVI Polda Jabar Identifikasi 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu Bandung Barat

    6 Februari 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Politik

    DPRD Jabar Dukung Reaktivasi Bandara Husein, Minta Operasional BIJB Kertajati Tetap Optimal

    5 Juli 2026

    DPRD Jawa Barat mendukung rencana pemerintah mengaktifkan kembali penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara, Kota…

    Fraksi DPRD Jabar Sampaikan Pandangan Umum Ranperda P2APBD 2025, Jawaban Gubernur Dijadwalkan 7 Juli

    5 Juli 2026

    Ono Surono Minta Pemprov Jabar Perkuat Koordinasi APBD, Soroti Potensi Defisit Rp5,7 Triliun

    5 Juli 2026

    Subang Gandeng BRIN Susun Strategi Mitigasi Penurunan Tanah dan Banjir Rob di Kawasan Pantura

    4 Juli 2026
    Our Picks
    Stay In Touch
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Facebook Instagram TikTok
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman media
    © 2026 subanginfo.id

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.