Close Menu
Subanginfo.idSubanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Selasa, September 15
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.idSubanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Ekonomi»Jawa Barat Catat PHK Terbanyak Nasional, Ini Jawaban Dedi Mulyadi
Ekonomi

Jawa Barat Catat PHK Terbanyak Nasional, Ini Jawaban Dedi Mulyadi

RedaksiBy Redaksi18 September 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Data Kemnaker mencatat Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak di Indonesia pada Agustus 2025.
Sejumlah pekerja pabrik di Jawa Barat harus menghadapi kenyataan pahit terkena PHK akibat penurunan produksi pada Agustus 2025.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa provinsi yang dipimpinnya menjadi daerah dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) tertinggi secara nasional sepanjang Agustus 2025. Hal itu disebabkan oleh skala industri dan jumlah penduduk Jawa Barat yang jauh lebih besar dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Menurut Dedi, meskipun persentase gangguan pada sektor industri di Jawa Barat relatif kecil, dampaknya tetap terasa lebih besar karena jumlah perusahaan dan pekerja di provinsi ini merupakan yang paling banyak di Indonesia.

“Jadi, misalnya industri terganggu satu persen, kita pasti terganggunya paling besar karena jumlahnya jauh lebih banyak dibanding industri di tempat lain yang skalanya lebih kecil,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung Sabuga, Bandung, Kamis (18/9/2025).

Jabar Masih Jadi Magnet Investasi

Di tengah sorotan terhadap tingginya angka PHK, Dedi menegaskan bahwa iklim investasi di Jawa Barat justru mulai kembali tumbuh. Ia optimistis, pada Oktober 2025, gelombang investasi baru akan mulai terealisasi sehingga mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

“Investasi di Jawa Barat sudah mulai menggeliat lagi. Oktober mendatang kita prediksi mulai bergerak lebih kuat. Jadi memang ada karyawan yang berhenti, tapi di sisi lain juga akan ada peluang bagi tenaga kerja baru untuk masuk,” jelasnya.

Penerimaan dan Layanan Tenaga Kerja Berbasis Online

Selain mendorong investasi, Pemprov Jabar juga tengah mempersiapkan sistem penerimaan dan pelayanan tenaga kerja berbasis daring. Dedi menyebut sistem ini akan diterapkan mulai tahun depan di sejumlah daerah industri utama, seperti Subang dan Bekasi.

Dengan adanya sistem tersebut, diharapkan proses rekrutmen karyawan akan lebih transparan, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Tahun depan kita sudah mulai digitalisasi layanan tenaga kerja. Jadi karyawan di Subang atau Bekasi akan bisa melakukan proses rekrutmen secara online. Dengan begitu, meskipun ada PHK, akan tetap terbuka ruang untuk perekrutan baru,” ujar Dedi.

Data Nasional PHK Agustus 2025

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah pekerja yang terkena PHK secara nasional pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 830 orang. Jumlah ini turun cukup signifikan jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang mencapai 1.118 orang.

Namun, meskipun secara nasional terjadi penurunan, Jawa Barat tetap menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi. Dari total 830 orang, 261 pekerja berasal dari Jawa Barat. Posisi berikutnya ditempati oleh Sumatera Selatan dengan 113 pekerja terkena PHK, lalu disusul Kalimantan Timur dengan 100 pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun tren PHK di Indonesia menurun, Jawa Barat masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan.

Tantangan Industri di Jawa Barat

Sebagai provinsi dengan kawasan industri terbesar di Tanah Air, Jawa Barat menampung ribuan perusahaan manufaktur, tekstil, otomotif, hingga elektronik. Kondisi ini menjadikan Jabar sebagai pusat produksi sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Namun, skala industri yang sangat besar juga membuat Jabar lebih rentan terhadap gejolak ekonomi global, kebijakan perdagangan, hingga perubahan pasar. Ketika permintaan produk menurun atau biaya produksi meningkat, perusahaan-perusahaan di Jabar lebih cepat terdampak, yang akhirnya berimbas pada pekerja.

“Karena kita provinsi dengan jumlah industri terbanyak, setiap gejolak sekecil apa pun di sektor ekonomi, kita pasti terdampak lebih dulu dan lebih besar dibanding daerah lain,” kata Dedi.

Optimisme Pemprov Jabar

Kendati demikian, Dedi Mulyadi tetap optimistis bahwa Jawa Barat mampu bangkit dengan cepat. Peningkatan investasi yang mulai terlihat pada kuartal IV-2025 diyakini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha. Selain itu, kebijakan rekrutmen tenaga kerja berbasis digital diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi praktik-praktik perekrutan yang tidak transparan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha dan pemerintah pusat untuk menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Yang penting sekarang bagaimana kita bisa menjawab tantangan dengan solusi konkret. Jawa Barat punya sumber daya

manusia melimpah, kita hanya perlu memastikan ada wadah dan kesempatan yang terbuka,” tegas Dedi

Fenomena tingginya angka PHK di Jawa Barat pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa provinsi ini masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan. Namun, di sisi lain, adanya peningkatan investasi serta langkah digitalisasi penerimaan tenaga kerja menjadi sinyal bahwa Jawa Barat tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap mampu menekan angka PHK di bulan-bulan mendatang sekaligus menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Bagaimana tanggapan kalian ?

Dedi Mulyadi Jawa Barat Phk
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Redaksi Subang Info

Related Posts

Dedi Mulyadi Petakan Krisis Sampah Jawa Barat, TPA Sarimukti Diprediksi Habis Oktober 2026

27 Agustus 2026

DPRD Jabar Soroti Rencana Buka Lagi Wisata Megamendung, Regulasi Diminta Tuntas

27 Agustus 2026

DPRD Jabar Soroti Rencana Pembukaan Wisata Megamendung, Minta Izin dan Lingkungan Dipastikan Tuntas

26 Agustus 2026

Ketua DPRD Jabar Dorong Pembangunan Seimbang, Tak Hanya Infrastruktur tapi Juga Pengentasan Kemiskinan

23 Agustus 2026

DPRD Jabar dan Gubernur Dedi Mulyadi Sepakati KUA-PPAS APBD 2027, Fokus pada Pelayanan Publik

22 Agustus 2026

Groundbreaking PSEL Legok Nangka Dimulai, Jawa Barat Siap Ubah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik 40 MW

31 Juli 2026
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Bahas Kenaikan Modal Dasar PT BIJB Jadi Rp8 Triliun, Fraksi Mulai Berdiskusi

14 September 2026

BANDUNG –DPRD Jawa Barat akan mulai membahas secara internal usulan peningkatan modal dasar PT Bandarudara…

Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Disorot DPRD Jabar, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

14 September 2026

Kujang Padjajaran & Jampes Pertanyakan Rekomendasi Inspektorat Daerah Untuk Petahana Kepala Desa Tanjungsari Timur Maju Cakades

14 September 2026

Faizal Yusuf Jadi Sorotan di Pilkades Rancadaka, Warga Nilai Sosok Peduli dan Siap Mengabdi

14 September 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.