Close Menu
Subanginfo.id
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

DPRD Jabar Dorong Penguatan IKM Tasikmalaya untuk Serap Tenaga Kerja dan Tembus Pasar Ekspor

28 April 2026

Dugaan Eksploitasi Berkedok TEFA di SMKS Budi Utomo Cikaum menuai Sorotan

28 April 2026

Ineu Purwadewi Sundari Dukung Pembentukan Holding BUMD untuk Tingkatkan Kinerja dan PAD Jabar

27 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Subanginfo.idSubanginfo.id
Rabu, April 29
Facebook Instagram TikTok
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Subanginfo.id
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Berita
  • Subang
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
Home»Ekonomi»Rupiah Melemah ke Rp 16.785 per Dolar AS, Tergelincir ke Level Terendah dalam 5 Bulan
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp 16.785 per Dolar AS, Tergelincir ke Level Terendah dalam 5 Bulan

Nilai tukar rupiah melemah ke Rp16.785 per dolar AS pada Jumat (26/9/2025), level terendah dalam 5 bulan terakhir. Tekanan dipicu faktor global dan domestik, namun pelemahan rupiah lebih ringan dibanding mata uang Asia lain.
RedaksiBy Redaksi26 September 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
WhatsApp Facebook Copy Link Telegram Email Tumblr Threads
Grafik USD/IDR menunjukkan pelemahan rupiah ke Rp16.785 per dolar AS pada perdagangan 26 September 2025.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link

Subang Info – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Jumat, 26 September 2025. Pergerakan ini menambah tekanan pada mata uang Garuda setelah sempat stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data pasar spot, saat pembukaan perdagangan, kurs dolar AS diperdagangkan setara dengan Rp 16.755. Angka tersebut menandai pelemahan tipis sekitar 0,03% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya.

Namun depresiasi rupiah tidak berhenti di level pembukaan. Seiring berjalannya aktivitas pasar, rupiah terus kehilangan tenaga. Pada pukul 09.04 WIB, rupiah tercatat melemah 0,21% ke posisi Rp 16.785 per dolar AS.

Posisi ini menjadi titik terlemah rupiah sejak 28 April 2025, atau hampir lima bulan terakhir.


Table of Contents

Toggle
  • Rupiah Bukan Satu-Satunya yang Tertekan
  • Faktor Global yang Membayangi
  • Sentimen Domestik Tak Kalah Berpengaruh
  • Rupiah di Level Terendah, Apa Dampaknya?
  • Prospek ke Depan
        • Author: Redaksi

Rupiah Bukan Satu-Satunya yang Tertekan

Meski rupiah mencatat pelemahan, kondisi serupa juga melanda mayoritas mata uang Asia lainnya. Sejumlah kurs utama di kawasan regional kompak terdepresiasi terhadap dolar AS. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan bukan hanya faktor domestik, melainkan juga dipengaruhi sentimen global.

Jika dibandingkan dengan mata uang negara lain, pelemahan rupiah justru relatif lebih ringan. Beberapa mata uang Asia bahkan mengalami penurunan yang jauh lebih tajam. Fakta ini menunjukkan bahwa rupiah masih mendapat dukungan dari faktor internal meski tekanan eksternal sedang tinggi.


Faktor Global yang Membayangi

Ada beberapa faktor eksternal yang menjadi pemicu pelemahan nilai tukar mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah. Pertama, kebijakan moneter ketat yang terus dijalankan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi bahwa suku bunga acuan masih akan bertahan tinggi membuat dolar AS semakin perkasa.

Kedua, kondisi geopolitik yang masih bergejolak turut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai (safe haven). Investor global cenderung mengalihkan portofolio mereka dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Selain itu, data ekonomi AS yang relatif kuat juga memberi sinyal bahwa perekonomian Negeri Paman Sam masih cukup solid. Hal tersebut semakin memperbesar selera investor untuk menahan aset berbasis dolar.


Sentimen Domestik Tak Kalah Berpengaruh

Di sisi lain, faktor domestik juga turut memberi tekanan pada rupiah. Defisit neraca perdagangan, kebutuhan impor energi, serta dinamika pasar obligasi turut menjadi sorotan.

Pelaku pasar juga menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk merespons kondisi ini. Apakah BI akan menahan suku bunga acuan, atau justru mengambil langkah intervensi yang lebih agresif untuk menjaga stabilitas rupiah.

Perkembangan inflasi dalam negeri, realisasi belanja pemerintah, serta kinerja ekspor-impor diperkirakan menjadi variabel penting yang memengaruhi arah rupiah dalam beberapa waktu ke depan.


Rupiah di Level Terendah, Apa Dampaknya?

Pelemahan rupiah hingga ke level Rp 16.785 per dolar AS tentu membawa dampak bagi perekonomian domestik. Bagi importir, terutama di sektor energi dan pangan, depresiasi rupiah akan meningkatkan biaya transaksi. Hal ini berpotensi mendorong inflasi jika harga barang impor naik dan diteruskan ke konsumen.

Namun bagi eksportir, terutama yang menjual produk ke pasar global dengan pembayaran dolar AS, pelemahan rupiah justru memberi keuntungan. Nilai konversi dolar ke rupiah yang lebih besar bisa meningkatkan pendapatan mereka dalam mata uang lokal.

Meski begitu, kondisi ini tetap harus diwaspadai. Jika depresiasi rupiah berlangsung terlalu lama, daya beli masyarakat dapat tertekan dan pertumbuhan ekonomi bisa melambat.


Prospek ke Depan

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Selama dolar AS masih kuat akibat kebijakan moneter The Fed, ruang penguatan rupiah cenderung terbatas.

Namun intervensi Bank Indonesia, baik melalui operasi moneter maupun pengelolaan cadangan devisa, dapat membantu menjaga stabilitas. Investor juga menanti data-data ekonomi terbaru, baik dari dalam negeri maupun global, yang bisa menjadi pemicu arah pergerakan berikutnya.

Dalam jangka pendek, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dolar AS. Sementara dalam jangka menengah, prospek penguatan baru akan lebih terbuka jika The Fed mulai memberi sinyal pelonggaran kebijakan suku bunga.

Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada Jumat, 26 September 2025, dan menembus Rp 16.785 per dolar. Angka ini menjadi level terendah dalam lima bulan terakhir. Meski demikian, pelemahan rupiah masih lebih ringan dibandingkan dengan sejumlah mata uang Asia lain.

Tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi faktor global, seperti kebijakan moneter ketat The Fed dan ketidakpastian geopolitik, serta faktor domestik seperti kondisi perdagangan dan kebutuhan impor.

Pelemahan rupiah membawa dampak beragam: menguntungkan eksportir, namun berisiko menekan importir dan inflasi. Ke depan, pasar akan menunggu langkah Bank Indonesia serta perkembangan ekonomi global yang bisa memengaruhi arah nilai tukar.

Redaksi
Author: Redaksi

Redaksi Subang Info

Dolar Mata uang Rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Redaksi Subang Info

Related Posts

Pusat Jajanan UMKM Pamanukan Tawarkan Konsep Modern dan Menu Berkualitas

10 Januari 2026

Culinary Feast Jadi Daya Tarik Malam Tahun Baru di Fave Hotel Pamanukan

1 Januari 2026

Pamanukan Culinary di Fave Hotel Diserbu Pengunjung dari Berbagai Daerah

31 Desember 2025

Menkeu Ungkap Rp 4,5 Triliun Anggaran Dikembalikan, Prabowo Soroti Kinerja Kementerian Lamban

16 Desember 2025

Kisah Dakey House: Dari Modal Awal Rp100 Ribu, Ibu Rumah Tangga Subang Ubah Sampah Kelapa Jadi Produk Eco-Friendly

9 Desember 2025

Kerajinan Serat Daun Nanas Potensi Identitas Subang: Ketua Dekranasda Ega Anjani Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dan Raih Hak Paten

22 November 2025
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Politik

DPRD Jabar Dorong Penguatan IKM Tasikmalaya untuk Serap Tenaga Kerja dan Tembus Pasar Ekspor

28 April 2026

Kota Tasikmalaya — Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap…

Dugaan Eksploitasi Berkedok TEFA di SMKS Budi Utomo Cikaum menuai Sorotan

28 April 2026

Ineu Purwadewi Sundari Dukung Pembentukan Holding BUMD untuk Tingkatkan Kinerja dan PAD Jabar

27 April 2026

Warga Subang Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja

27 April 2026
Our Picks
Stay In Touch
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Facebook Instagram TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman media
© 2026 subanginfo.id

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.