Subang – Tragedi minuman keras oplosan kembali mengguncang Subang. Minuman jenis Vodka BigBoss (Gembling) yang dicampur minuman energi sachet berubah menjadi racun mematikan. Hingga Kamis (12/2/2026), total korban meninggal dunia bertambah menjadi 9 orang, sementara 3 lainnya masih kritis di ruang ICU RSUD Ciereng.
Polres Subang bergerak cepat begitu menerima laporan dugaan keracunan massal pada Senin, 9 Februari 2026. Dalam waktu singkat, tim gabungan Satreskrim dan Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan di sejumlah titik di wilayah Kota Subang.
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, mengungkapkan empat orang telah diamankan. Dari jumlah tersebut, dua orang resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka adalah HS (49) yang diduga sebagai pemasok Vodka BigBoss di wilayah Subang, serta JM (50), pemilik toko yang menjual miras tersebut langsung kepada para korban. Dua orang lainnya, PNM (29) dan EH (18), masih berstatus saksi sambil menunggu hasil gelar perkara lanjutan
Gejalanya Mengerikan
Beberapa jam setelah menenggak campuran maut itu, para korban mulai merasakan dampak serius: mual hebat, muntah, pusing, gangguan penglihatan, hingga penurunan kesadaran dan sesak napas. Nyawa pun tak tertolong bagi sembilan orang.
Barang Bukti Disita
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting, mulai dari botol bekas Vodka BigBoss, sachet minuman energi, hingga sampel cairan minuman, muntahan, dan darah korban untuk uji laboratorium.
Tak berhenti di situ, Polres Subang kini berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jabar guna memburu distributor utama atau pihak yang memproduksi miras oplosan tersebut.
Para tersangka terancam jeratan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kapolres menegaskan tidak akan memberi celah sedikit pun bagi peredaran miras ilegal di Subang. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Jangan sekali-kali mengonsumsi miras ilegal atau oplosan. Taruhannya nyawa,” tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa satu tegukan miras oplosan bisa berujung tragedi.
